Santri

Santri Nusantara
Santri membaca Al-Qur'an setelah salat

Santri diambil dari bahasa pegon [1] سنتري jika ditelusuri lagi maka santri diambil dari huruf arab yaitu

  1. Sin: Sulukul Khoiri artinya perilaku yang baik. Ciri-ciri Santri adalah mempunyai karakter dan kepribadian yang baik.
  2. Nun: Naibul Ulama artinya pengganti ulama, jadilah apapun selagi itu baik, benar, dan bermanfaat, tetapi identitas santri adalah tetap sebagai pengganti ulama.
  3. Ta’: Ta’alam Wa Tarkal Ma’asi artinya belajar dan meninggalkan maksiat. Lafadz Ta’alam kusandingkan dengan lafadz Tarkal Ma’asi karena seorang santri selain belajar haruslah mengamalkan apa yang telah dipelajari sebagaimana halnya meninggalkan maksiat. Ketika sudah mengetahui bahwa suatu perkara itu maksiat atau dosa maka jauhilah.
  4. Ro’: Rodhiya artinya Ridha atau rela dan senang hati. Dapat juga diartikan hati yang berbahagia.
  5. Ya’: Yaqin artinya yakin. Wes, seng penting yakin opo-opo bakal kasil.[2]

Di Indonesia, santri adalah istilah untuk seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren (sekolah asrama Islam). Santri biasanya tinggal di tempat tersebut hingga pendidikan mereka selesai. Setelah menyelesaikan masa studinya, sebagian dari mereka akan melayani pesantren dengan menjadi pengurus. Menurut C.C. Berg, istilah "santri" berasal dari bahasa Sanskerta shastri yang berarti "orang yang mempelajari kitab-kitab Hindu"; istilah ini memiliki akar yang sama dengan kata shastra (sastra).[3][4]

Sejak tahun 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional di Indonesia. Tanggal tersebut merujuk pada "resolusi jihad" yang dikeluarkan Hasyim Asy'ari dari Nahdlatul Ulama kepada ulama dan santri sebelum revolusi nasional.[5]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization. Yayasan Islam Nusantara Center.
  2. ^ Hud, Hud (2022). Nyantri. Jombang: CV. Nakomu. hlm. 5–6. ISBN 9786235433011. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  3. ^ Efendi, Ferry; Makhfudli (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. hlm. 313. ISBN 9789793027944. Diakses tanggal 22 September 2022.
  4. ^ Raditya, Iswara N (21 October 2019). "Sejarah & Asal Usul Kata Santri: Berasal dari Bahasa Sanskerta?". tirto.id. Diakses tanggal 12 February 2021.
  5. ^ Harbani, Rahma Indina (22 October 2021). "Hari Santri Nasional 2021 Lahir dari Resolusi Jihad, Bagaimana Awalnya?". Detik.com. Diarsipkan dari asli tanggal 18 October 2022. Diakses tanggal 22 September 2022.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.