Catni
Artikel ini berisi terlalu banyak gambar, bagan, atau diagram dibandingkan dengan keseluruhan teks. |
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
| Catni | |
|---|---|
Catni khas India Selatan | |
| Nama lain | Chatni |
| Tempat asal | India, Pakistan |
| Daerah | Asia Selatan |
| Bahan utama | garam, cabai, asam jawa, daun ketumbar, tomat |
Catni atau chutney (bahasa Urdu: چٹنی, bahasa Hindi: चटनी caṭnī, bahasa Kannada: ಚಟ್ನಿ, bahasa Tamil: சட்னி satni, bahasa Bengali: চাটনী, bahasa Telugu: పచ్చడి pachadi) adalah sebutan untuk berbagai penyedap dan saus berbumbu rempah-rempah yang dibuat dari sayuran segar atau buah-buahan yang dilumatkan. Catni bisa dalam bentuk basah atau kering (biasanya berbentuk bubuk). Di India, catni dibuat untuk segera dikonsumsi sewaktu masih segar. Bahan-bahannya berasal dari daun-daun atau buah-buahan yang sedang musim.
Bumbu dapat berupa gula pasir, garam, bawang putih, bawang bombai, asam jawa, atau jahe. Rempah-rempah yang umum dipakai adalah biji klabet, ketumbar, jintan, atau getah inggu.
Catni secara tradisional dibuat memakai alu dan lumpang batu. Di India, lumpang untuk menumbuk catni disebut (kharal atau khal dalam bahasa Hindi, atau kal கல் dalam bahasa Tamil) atau batu datar yang disebut sil. Sebagai alu dipakai kayu atau batu berbentuk silinder yang disebut batta.
Bahan utama
Catni umumnya dibuat dari cabai hijau segar dalam takaran yang cukup banyak. Pada zaman sekarang, catni sayuran segar dibuat dengan menggunakan blender, dan tersedia chutney kemasan botol. Catni diberi nama berdasarkan bahan utama; catni dari daun ketumbar, misalnya, disebut catni ketumbar.
- Daun ketumbar
- Daun bijanggut (catni dari daun ketumbar dan daun bijanggut disebut hari chutney; dalam bahasa Hindi, hari berarti hijau)
- Asam jawa (imli catni tau meethhi chutney; meethhi dalam bahasa Hindi berarti manis).
- Kelapa
- Bawang bombay
- Tomat, tomat yang masih hijau
- Mangga muda
- Jeruk limau (berikut kulitnya, ditumbuk)
- Bawang putih (dicampur kelapa dan kacang giling)
- tomat yang masih hijau.
- Kacang tanah (shenga chutney)
- Jahe (terutama dimakan bersama dosa khas masakan Udup)
Di negara-negara beriklim sedang, catni kadang-kadang dibuat dari bahan-bahan lokal seperti buah apel dan persik.
Etimologi
Kata chutney berasal dari bahasa Persia chāshni (چاشنى) yang berasal dari çāshnik dalam bahasa Parthia. Keduanya merupakan akar kata yang sama untuk kata-kata dalam bahasa Persia seperti chāsht (چاشت) yang berarti bagian dari makanan.[1]
Sejarah
Pada awal tahun 1600, catni mulai dikirim ke Inggris dan Prancis, dan diperlakukan sebagai makanan mewah. Bahan untuk catni waktu itu berupa buah-buahan seperti mangga, apel, persik, dan asam jawa. Dimasak bersama cuka, gula, dan rempah-rempah, catni dibuat manis seperti selai dan dikemas dalam botol.
Pada abad ke-19, di merek-merek catni kemasan seperti Major Grey's atau Bengal Club dibuat di India dengan mengikuti selera orang Barat untuk dikapalkan ke Eropa. Di Eropa, catni antara lain dipakai sebagai saus untuk salad.
Catni berbagai daerah
Jenis-jenis catni yang umum di berbagai daerah di India:
- Assam: daun ketumbar, spinacia, tomat, daun salam koja, cabai, lobak, wortel, mentimun, bit, lentil, kacang arab
- Andhra Pradesh: kelapa, daun ketumbar, cabai, tomat, bawang bombay, dan mangga
- Gujarat: jeruk limau
- Haryana: asam jawa
- Himachal Pradesh: jambu biji, terung
- Karnataka: kelapa, kacang tanah, tomat, asam jawa,luffa, uchellu
- Kerala: kelapa, pudina (daun mint), urad dal (lentil), mangga, ikan kering, udang, dan bawang bombay
- Maharashtra: mangga muda pedas, guramba, panchamrit, mirachicha thecha.
- Orissa: dhania (daun ketumbar), pudina (daun bijanggut), kelapa, mangga, jeruk, tomat, ikan kering
- Punjab: pudina (daun bijanggut), bawang bombay, asam jawa, mangga
- Tamil Nadu: kelapa, daun ketumbar, cabai dengan kacang-kacangan, tomat, bawang bombay, dan mangga
- Uttar Pradesh: daun ketumbar, bawang putih, daun mint, mangga, cabai hijau, cabai merah, dan gur (gula tebu)
- Benggala Barat: buah-buahan (mangga, prem, apel, dan aprikot).
Referensi
- Weaver, William Woys. "Chutney." Encyclopedia of Food and Culture. Ed. Solomon H. Katz. Vol. 1. New York: Charles Scribner's Sons, 2003. 417-418. 3 vols.
Pranala luar
- (Inggris) Koleksi resep chutney dari India Diarsipkan 2009-02-20 di Wayback Machine.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.






