Vidio
![]() | |
| Nama legal | PT Vidio Dot Com |
|---|---|
| Jenis perusahaan | Anak perusahaan |
Jenis situs | Layanan OTT |
| Tersedia dalam | 2 bahasa |
Daftar bahasa
| |
| Kantor pusat | , Indonesia |
| Negara asal | Indonesia |
| Wilayah layanan |
|
| Pemilik | lihat daftar |
| Pendiri | Adi Sariaatmadja |
| Tokoh kunci |
|
| Layanan | Video sesuai permintaan |
| Induk | Elang Mahkota Teknologi |
| URL | www |
| Bersifat komersial? | Ya |
| Pendaftaran | Opsional |
| Diluncurkan | 15 Oktober 2014 |
| Status | Aktif |
PT Vidio Dot Com (Vidio) adalah layanan pengaliran video sesuai permintaan berlangganan over-the-top asal Indonesia yang diluncurkan pada 15 Oktober 2014. Layanannya mencakup siaran langsung gratis dan berbayar, film dan serial, termasuk program orisinal Vidio.[1] Awalnya dimiliki oleh Kreatif Media Karya, Vidio kemudian diakusisi oleh Surya Citra Media, anak perusahaan Emtek.[2][3] Pada tahun 2022, Vidio tercatat sebagai penyedia layanan video sesuai permintaan terbesar di Indonesia, mengalahkan Netflix, Disney+ Hotstar, dan Prime Video.[4]
Sejarah
Vidio diluncurkan pertama kali oleh Adi Sariatmadja. Menurutnya, Vidio mampu menampung dan menjadi wadah bagi semua karya kreatif tentang Indonesia, baik musik, seni, budaya, film, olahraga dan beragam karya video yang layak ditonton masyarakat.[5] Awalnya sebagian besar konten Vidio berasal dari konten yang dibuat pengguna dan konten TV dari Emtek. Pada tahun 2015, Vidio memiliki sekitar 3.000 hingga 4.000 pengguna aktif bulanan.[2][6]
Kepemilikan
Berikut ini merupakan daftar kepemilikan perusahaan berdasarkan laporan keuangan Surya Citra Media per 31 Maret 2025.[7]
| Nama Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan (%) |
|---|---|
| PT Surya Citra Media Tbk | 79,37 |
| Lainnya | 20,63 |
Konten
Referensi
- ^ "Aplikasi Vidio.com Jadi Tempat Baru untuk Nonton Video Seru". Liputan6.com. 11 September 2015. Diakses tanggal 6 September 2020.
- ^ a b Cosseboom, Leighton (21 Mei 2015). "Emtek's Vidio wants to be a more social version of YouTube for Indonesians". Tech in Asia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Januari 2021. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.
- ^ Franedya, Roy (31 Mei 2019). "Resmi! Pemilik SCTV Akuisisi Vidio.com & KapanLagi dari Emtek". CNBC Indonesia.
- ^ Iskandar (3 Oktober 2022). Yuslianson (ed.). "Vidio Kalahkan Netflix dan Disney+ di Indonesia, Jadi Raja di Negeri Sendiri". Liputan6.com.
- ^ "Vidio.com, Youtube-nya Indonesia". Suara.com. 14 November 2014.
- ^ Yenny, Yusra (9 Desember 2019). "Indonesia's Battle of Video Streaming Platforms". DailySocial. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Januari 2021. Diakses tanggal 23 Agustus 2025.
- ^ Laporan Keuangan Q1 2025 [SCMA] (PDF). Bursa Efek Indonesia (Report). Diakses tanggal 4 Juni 2025.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
