Pende, Banjarharjo, Brebes
Meskipun secara administratif masuk wilayah Brebes, karena letaknya yang dekat dengan perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, adat dan kebudayaan masyarakatnya mengalami akulturasi dengan Jawa Barat. Misalnya dalam bahasa, penduduknya menggunakan Bahasa sunda dalam kesehariannya, dalam adat pernikahan pun tidak jauh beda dengan masyarakat Cirebon. Mayoritas penduduknya adalah petani dan buruh tani, dengan mengandalkan sistem irigasi dari bendungan malahayu, siklus panen padi bisa mencapai dua kali dalam setahun, sisanya digunakan untuk palawija semasa musim kemarau. Sebagian kecil warga ada yang menjadi pedagang, dan tidak sedikit diantara masyarakatnya yang merantau ke kota sebagai pekerja konstruksi sambil menunggu musim panen. Sarana pendidikan di desa Pende terhitung lengkap, baik pendidikan formal maupun informal. Dari pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, madrasah tsanawiyah dan sekolah Menengah Kejuruan tersedia. Sebagian besar masyarakatnya hanya menempuh pendidikan formal sampai sekolah menengah, hanya sedikit yang melanjutkan sampai Perguruan Tinggi.
|