Hadji Djole
| Hadji Djole | |
|---|---|
| Lahir | Sa'adah bin Haji Eman ca 1905 Bekasi, Hindia Belanda |
| Meninggal | 25 Desember 1969 (umur 64 tahun) Bekasi, Indonesia |
| Orang tua |
|
| Karier militer | |
| Pengabdian | Indonesia |
| Lama dinas | 1945 - ? |
| Perang/pertempuran | Revolusi Nasional Indonesia |
Hadji Djole, juga ditulis Haji Jole, Haji Djole, H. Jole, H. Djole; (1905 - 25 Desember 1969), adalah seorang jawara dan pejuang kemerdekaan Indonesia asal Bekasi.
Riwayat Hidup
Lahir di Sepatan, Bekasi pada tahun 1905, ia terlahir dengan nama asli Sa'adah bin Haji Eman. Djole berasal dari keluarga yang kaya dan cukup terpandang. Ayahnya bernama Haji Eman. Pada masa kecilnya, ia sering dipanggil Djole.[1][2]
Revolusi Nasional Indonesia
Pada masa Revolusi Nasional Indonesia, Djole ikut berperang melawan tentara Belanda, Inggris, dan Jepang. Ia memiliki bawahan sebanyak 50 orang dan dilaporkan merupakan asisten dari Pak Matjan. Djole juga dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan Haji Darip dan menjadi bagian dari kelompok Darip. Dia berkuasa di daerah sekitaran kantor polisi dan memiliki pengaruh di wilayah Pekayon, Teluk Pucung, dan Karang Congkok.[1]
Ia terlibat dalam pembantaian 87 tentara Jepang di pinggir Kali Bekasi pada tanggal 19 Oktober 1945 dan pembunuhan 22 tentara Inggris yang jasadnya lalu dikubur dipinggir Kali Bekasi yang berlokasi tidak jauh dari kantor polisi. Ia tetap melancarkan perlawanan terhadap Belanda bahkan ketika pasukan TKR/TNI harus ditarik mundur dari wilayah Jakarta.[1] Pada tahun 1946, kelompok pimpinannya dikabarkan melakukan tindakan perampokan dan menculik perempuan.[3] Di samping itu juga, kelompoknya juga dilaporkan mengirimkan ancaman kematian kepada lurah.[4]
Pada bulan Mei 1949, Djole beroperasi di pinggir Kali Bekasi bagian timur setelah berunding dengan salah satu komandan Divisi Siliwangi. Ia memilih daerah ini karena Belanda jarang melakukan patroli di daerah ini. Di tahun yang sama, ia juga diisukan ingin merebut Batavia melalui kelompok bersenjata Bamboe Roentjing. Dalam melancarakan aksinya, ia menugaskan anak buahnya yang menyamar sebagai pedagang pepaya untuk mengirimkan dokumen yang tersimpan di pepaya kepada kelompok anti-Belanda.[4]
Aksi Djole membuat Belanda mencap dia sebagai teroris dan perampok. Belanda mengirimkan pasukan khusus HAMOT untuk mencari Djole. Meskipun begitu, ia tidak bisa ditangkap sampai dengan tahun 1949.[1] Djole diisukan memiliki kekuatan supranatural di mana ia bisa muncul di dua tempat pada waktu yang bersamaan dan bisa berganti penampilan.[4]
Pasca penyerahan kedaulatan
Setelah Belanda menyerahkan kedaulatannya kepada pemerintah Indonesia pada 1949, Djole memutuskan untuk keluar dari dinas militer. Ia bergabung dengan partai IPKI pada tahun 1954 dan menjadi pengurus IPKI cabang Bekasi. Pada Pemilu 1955, Djole terlibat dalam kampanye IPKI di daerah pedesaan Bekasi.[1]
Djole meninggal dunia di Bekasi pada tanggal 25 Desember 1969 dan ia dikubur di makam yang sekarang terletak di tengah perumahan Kemang Pratama. Legiun Veteran Republik Indonesia menempatkan bendera merah putih di makamnya sebagai bukti bahwa ia adalah pejuang kemerdekaan.[1]
Penghargaan
Djole dijadikan sebagai nama jalan di daerah Mustika Jaya. Kontribusinya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia diabdikan pada sebuah film Singa Karawang-Bekasi pada tahun 2003.[1]
Referensi
- ^ a b c d e f g Kusnawan, Endra. "Hadji Djole; Jawara Bekasi yang Patriot". wisatasejarahbekasi.blogspot.com. Wisata Sejarah Bekasi. Diakses tanggal 8 Februari 2025.
- ^ Prasetyo, Galih. "Fakta Hadji Djole Pahlawan Kota Bekasi, Berasal dari Keluarga Kaya hingga Dicap Perampok oleh Belanda". bekasi.suara.com. Suara. Diakses tanggal 8 Februari 2025.
- ^ "Rondom Batavia". Het Dagblad. 1 November 1946. Diakses tanggal 8 Februari 2025.
- ^ a b c "Bende van mysterieuze Hadji Djoleh Wil naar Batavia infiltreren". Nieuwe courant. 4 Juli 1949. Diakses tanggal 8 Februari 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.