Winarta

Winarta
PengarangBasuki Gunawan
Judul asliBelanda
GenreNovel sejarah
Latar tempat/waktuMasa Bersiap
PenerbitAlfabet Uitgevers, Amsterdam
Tanggal terbit
8 Februari 2022
1954 (sebagai cerita bersambung di De Nieuwe Stem)
Halaman128
ISBNISBN 9789021340630

Winarta adalah sebuah novela berbahasa Belanda tahun 1953 karya penulis Indonesia Basuki Gunawan (1929-2014), yang terbit pada paruh kedua tahun 1954 sebagai cerita bersambung empat bagian dalam jurnal sastra De Nieuwe Stem. Pada tahun 2022, kisah ini diterbitkan untuk pertama kalinya dalam bentuk buku.

Sinopsis

Winarta adalah seorang pasien TBC dan mahasiswa kedokteran yang orang tuanya dibunuh secara brutal. Pembunuhan ini ternyata tanpa alasan yang jelas: sebuah kasus salah sasaran. Didorong oleh rasa bersalah dan balas dendam, ia bergabung dengan kelompok milisi pejuang selama masa Revolusi Nasional Indonesia.[1]

Latar belakang

Gunawan menyelesaikan Winarta pada tahun 1953. Karya ini mendapat apresiasi berupa penghargaan Reina Prinsen Geerligsprijs, yang pada tahun tersebut dianugerahkan kepada Remco Campert dan Ellen Warmond. Meskipun mendapat apresiasi tersebut, tidak ada penerbit yang bersedia memasarkannya sebagai sebuah buku.[2] Sempat ada korespondensi dengan penerbit Querido, tetapi mereka menilai momen tersebut tidak tepat untuk penerbitan "karena hubungan yang tegang antara Indonesia dan Belanda". Sejarawan Henk Schulte Nordholt menduga bahwa hal ini merujuk pada ketidakpuasan yang terjadi pada paruh kedua dekade 1950-an terkait masalah Irian Barat, yang baru lepas dari Belanda pada tahun 1962, serta aksi mogok buruh di perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia.[3] Kisah ini akhirnya terbit pada tahun 1954 dalam empat edisi berturut-turut di De Nieuwe Stem.[1]

Penemuan Kembali

Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, penulis berdarah Australia-Belanda David Colmer berhasil membawa kisah ini menjadi perhatian penerbit Alfabet. Ia sendiri mengetahui mengenai karya Gunawan setelah bertemu dengan salah satu putri Gunawan saat melakukan perjalanan keliling Indonesia pada tahun 1985.[3]

Dalam kata pengantar yang ditulis untuk edisi 2022, Gustaaf Peek memuji buku ini dan menyebut buku ini "kualitas kanonik". Ia membandingkannya dengan De vreemdeling karya Albert Camus dan tiga novela awal Belanda lainnya tentang Perang Dunia II: De ondergang van de familie Boslowits (1950) karya Gerard Reve, Het behouden huis (1952) karya W.F. Hermans, dan Het bittere kruid (1957) karya Marga Minco.[4][1] Dalam ulasannya untuk De Groene Amsterdammer, Alfred Birney memuji karya ini karena kualitas sastra dan gaya penulisannya yang terkontrol. Ia melihat karya ini berada pada tingkat sastra yang lebih tinggi daripada Oeroeg (1948) karya Hella Haasse.[2] Redaksi de Volkskrant menilai buku ini sebagai buku yang mendalam, yang ditulis dalam "prosa yang berkilau dan segar". Meski demikian, buku ini dianggap tidak mudah dicerna, terkadang karena dialog-dialognya yang agak abstrak dan muluk.[5] Pakar sastra Belanda Marie-José Klaver, dalam ulasannya untuk jurnal sastra Tzum, juga memberikan evaluasi positif. Ia melihat adanya kemiripan dengan Het proces (1925) karya Franz Kafka.[1] Dalam esai De kolonie mept terug (2024), karya ini juga dipuji oleh Adriaan van Dis: darah seakan "memercik dari halaman-halamannya".[6][7]

Referensi

  1. ^ a b c d Klaver, Marie-José (2022-04-04). "Recensie: Basuki Gunawan – Winarta". Tzum (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2024-07-01.
  2. ^ a b Birney, Alfred (2022-04-20). "Eindelijk kunnen we Basuki Gunawans 'Winarta' lezen". De Groene Amsterdammer (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2024-07-01.
  3. ^ a b Voogd, Fanta (2023-07-04). "Hoe meesterwork 'Winarta' in de prullenbak belandde". Historisch Nieuwsblad (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2024-07-01.
  4. ^ "De languageschat: Gustaaf Peek over Winarta, van Basuki Gunawan". NPO Radio 1 (dalam bahasa Belanda). 2022-04-23. Diakses tanggal 2024-07-01.
  5. ^ "Deze boeken zijn ook interessant, en wel hierom". De Volkskrant. 2022-03-25. Diakses tanggal 2024-07-01.
  6. ^ Jole, Francisco van (2024-06-30). "De vijand die we zelf zijn" (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2024-07-02. ;
  7. ^ Dis, Adriaan, van (2024-01-12). "De kolonie mept terug". De Gids. Diakses tanggal 2024-07-02. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.