OpIsrael

OpIsrael adalah kampanye serangan siber terkoordinasi yang berlangsung secara tahunan, di mana kelompok peretas aktivis menargetkan situs web pemerintah Israel serta sejumlah situs swasta.[1] Metode yang digunakan antara lain serangan kegagalan layanan dan teknik peretasan lainnya. Kampanye ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 oleh kelompok Anonymous dan bertepatan dengan peringatan Hari Peringatan Holocaust. Sejak saat itu, OpIsrael dilaksanakan secara berulang setiap tahun.[2]

Menurut laporan Biro Siber Nasional Pemerintah Israel serta penilaian sejumlah pakar keamanan komputer dan wartawan, OpIsrael tidak menyebabkan kerusakan fisik maupun dampak signifikan terhadap infrastruktur digital Israel, dan secara umum dinilai tidak berhasil mencapai tujuannya.[3][4][5][6]

Situs web yang ditargetkan

Sejumlah situs web Israel dilaporkan menjadi sasaran dalam rangkaian aksi OpIsrael. Organisasi nonpemerintah Israel Larger Than Life, yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak penderita kanker dan keluarga mereka tanpa membedakan latar belakang, menyatakan bahwa situs webnya mengalami perusakan berulang pada minggu-minggu menjelang OpIsrael. Menurut organisasi tersebut, peretasan dilakukan oleh peretas pro-Palestina dan menampilkan simbol-simbol seperti bendera, tengkorak, serta elemen visual lain yang dianggap bermuatan kebencian.[7]

Menjelang pelaksanaan OpIsrael, sejumlah organisasi di Israel melakukan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi situs web mereka. Pakar keamanan komputer juga mengimbau pengguna individu untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan memperbarui kata sandi, menghindari membuka surel yang mencurigakan, serta berhati-hati dalam penggunaan media sosial. Asosiasi Internet Israel mengoperasikan layanan pelaporan khusus bagi masyarakat untuk melaporkan insiden siber dan menyediakan pembaruan status secara waktu nyata melalui situs resminya.[8][9]

Yad Vashem, museum nasional Holocaust Israel, dilaporkan mengalami serangan siber dalam skala besar. Meskipun demikian, situs web lembaga tersebut tetap berfungsi selama hari serangan, yang bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust.[10] Pada hari yang sama, sejumlah akun yang mengklaim terafiliasi dengan OpIsrael mengumumkan melalui media sosial bahwa mereka telah meretas situs web sebuah salon rambut di Ramat HaSharon. Namun, pemilik usaha tersebut menyatakan tidak mengetahui adanya peretasan pada saat itu dan menyebutkan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan bisnisnya.[10]

Beberapa situs web pemerintah Israel, termasuk milik Kementerian Pendidikan Israel dan Biro Statistik Pusat, dilaporkan mengalami gangguan pada 7 April 2013. Akan tetapi, tidak terdapat konfirmasi yang jelas mengenai keterkaitan langsung gangguan tersebut dengan OpIsrael.[11][1]

Selain itu, selama berlangsungnya kampanye, beredar berbagai klaim keberhasilan yang tidak terverifikasi di media sosial, termasuk pernyataan mengenai kerugian ekonomi besar dan gangguan total konektivitas internet di Israel. Klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh bukti independen.[12]

Tanggapan

Serangan siber yang dikaitkan dengan OpIsrael mendapat tanggapan positif dari Hamas, kelompok militan Islam yang menguasai Jalur Gaza. Juru bicara Hamas, Ihab al-Ghussain, menyampaikan dukungan melalui pernyataan tertulis yang memuji aksi tersebut dan menyebut para pelaku sebagai “tentara perang elektronik”.[13]

Serangan balik

Serangan OpIsrael juga memicu aksi balasan dari peretas yang menyatakan dukungan terhadap Israel. Kelompok tersebut dilaporkan mengambil alih situs web dengan nama domain OpIsrael.com[14] dan menggantinya dengan konten bermuatan pro-Israel.[15]

Catatan Sistem Penamaan Domain (DNS) untuk domain tersebut menunjukkan bahwa pendaftaran dilakukan menggunakan nama “Al Qaeda”. Namun, pihak yang mengorganisasi OpIsrael menyatakan bahwa OpIsrael.com bukan merupakan situs resmi kampanye mereka. Menurut penyelenggara, situs resmi yang digunakan adalah OperationIsrael.

Referensi

  1. ^ a b Shamah, David (2013-04-06). "As cyber-war begins, Israeli hackers hit back". The Times of Israel (dalam bahasa American English). ISSN 0040-7909. Diakses tanggal 2026-01-09.
  2. ^ Peck, Michael. "Why Did Anonymous Have to Attack Israel on Holocaust Memorial Day?". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-09.
  3. ^ "Hackers target Israeli websites". Ynetnews (dalam bahasa Inggris). 2013-04-07. Diakses tanggal 2026-01-09.
  4. ^ "Botched mission? #OpIsrael cyberattack fails to frustrate Israeli govt". Al Arabiya English (dalam bahasa Inggris). 2013-04-07. Diakses tanggal 2026-01-09.
  5. ^ "Anonymous Attacls On Israel 'Did Next To Nothing'". www.techweekeurope.co.uk (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-09.
  6. ^ Lake, Eli (2013-04-08). "Why #OpIsrael Was an #OpFail". The Daily Beast (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-09.
  7. ^ Ronen, Gil. "Hackers Target Website for Children with Cancer". Israel National News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-09.
  8. ^ "Israeli cyber activists attack anti-Israel hackers | The Jerusalem Post". The Jerusalem Post | JPost.com (dalam bahasa Inggris). 2013-04-06. Diakses tanggal 2026-01-09.
  9. ^ Shamah, David (2013-04-05). "On eve of attack, Israel preparing for the cyber-worst". The Times of Israel (dalam bahasa American English). ISSN 0040-7909. Diakses tanggal 2026-01-09.
  10. ^ a b "Israel Says It Repelled Most Attacks on Its Web Sites by Pro-Palestinian Hackers (Published 2013)" (dalam bahasa Inggris). 2013-04-07. Diakses tanggal 2026-01-09.
  11. ^ Press, Associated (2013-04-08). "Anonymous hacker attack on Israeli websites 'causes little real damage'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-09.
  12. ^ Shamah, David (2013-04-07). "Major failures, minor successes for anti-Israel hackers". The Times of Israel (dalam bahasa American English). ISSN 0040-7909. Diakses tanggal 2026-01-09.
  13. ^ "Anonymous: Hacker greifen israelische Seiten an". Der Spiegel (dalam bahasa Jerman). 2013-04-07. ISSN 2195-1349. Diakses tanggal 2026-01-09.
  14. ^ Gilbert, David (2013-04-08). "Anonymous Fails to 'Wipe Israel from Internet'". International Business Times UK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-09.
  15. ^ "Israeli takes over OpIsrael hacktivist website | The Jerusalem Post". The Jerusalem Post | JPost.com (dalam bahasa Inggris). 2013-04-09. Diakses tanggal 2026-01-09.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.