Ohaw
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Ohaw | |
|---|---|
| Nama lain | Rur |
| Jenis | Sup ikan |
| Tempat asal | Jepang |
| Suhu penyajian | Panas |
| Bahan utama | Kuah kaldu, ikan atau tulang hewan, kelp, daging, sayuran |
Ohaw juga dikenal sebagai Rur (bahasa Ainu: オハウ), merupakan sup gurih khas masyarakat Ainu yang berada di wilayah utara Jepang. Ohaw memiliki arti "sup hangat" dalam bahasa Ainu.[1] Hidangan ini dibumbui menggunakan ikan atau tulang hewan, dengan tambahan rumput laut untuk memperkaya cita rasa kaldunya. Berbeda dari kebanyakan sup tradisional Jepang, masakan Ainu tidak menggunakan miso maupun kecap asin sebagai bumbu dasar.[2] Bumbu dari ohaw biasanya hanya terdiri atas dua bahan, yaitu garam dan juga minyak.[3] Kaldu sebagai bahan dasar supnya biasanya ditambahkan berbagai bahan padat seperti daging, ikan, sayuran, atau tanaman liar yang dapat dikonsumsi.[4] Bahan-bahan tersebut pada umumnya adalah bahan lokal yang sering dapat dijumpai di Hokkaido.[5]
Variasi
Ohaw merupakan salah satu hidangan utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Ainu. Di Hokkaido, masyarakat Ainu memiliki sebutan berbeda untuk ohaw tergantung pada jenis bahan utama yang digunakan dalam pembuatannya. Misalnya, cep ohaw menggunakan salmon, yuk ohaw dibuat dengan daging rusa, dan pukusa ohaw menggunakan bawang liar siberia.[1] Ada varian lain yang bernama pukusakina ohaw yang terbuat dari anemon lembek.[6]
Dalam budaya Jepang
Sebagai etnis minoritas yang tinggal di Jepang, banyak dari kebudayaan orang Ainu yang jarang dikenal oleh orang Jepang sama sekali.[7] Untuk memperkenalkan budaya Ainu, banyak lembaga dan situs-situs internet memperkenalkan ohaw sebagai makanan khas orang Ainu.[8][9] Ohaw sering ditekankan sebagai sup Ainu yang berbeda dengan kebanyakan sup Jepang lainnya karena tidak menggunakan miso dan kecap asin.[1] Terdapat usulan bahwa cep ohaw yang terbuat dari salmon merupakan asal-usul dari Sanpeijiru, sebuah sup salmon khas Hokkaido yang terkenal.[10] Banyak makanan Jepang di Hokkaido yang terbuat dari salmon karena pengaruh orang Ainu,[11] dan orang Ainu menganggap bahwa salmon merupakan hewan yang penting bagi mereka karena ikan tersebut dipercaya membawa roh suci yang pantas mendapatkan rasa hormat dan rasa terima kasih yang mendalam.[12]
Referensi
- ^ a b c Fang, Thuy (17 Desember 2024). "Tonjiru and More Delicious Japanese Soups!". Sakuraco: Japanese Snacks & Candy Subscription Box (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Hokkaido Ainu Culture Research Center (2014). Ipe Taberu (PDF) (dalam bahasa Jepang and Inggris). Sapporo: Hokkaido Ainu Culture Research Center. hlm. 30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-27. Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ "Ainu Culture Mobile Guide". Museum Obihiro (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Budgen, Mara (2020-12-09). "The Only Ainu Restaurant in Tokyo". Atlas Obscura (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ "Cepohaw – Ohaw Soup with Salmon". Japan House London (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Battipaglia, Sabrina (2021). The Ainu Ethnicity in Contemporary Japan: Museums, Parks and Reconstructed Villages (PDF). Barcelona: Universitas Otonom Barcelona. hlm. 202. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ japansociology (2012-01-12). "Why Japanese don't know about "Ainu"? and We need to protect them". JAPANsociology (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ UNESCO (30 September 2025). "Contemporary Ainu knowledge shaping community and landscape in Toya-Usu UNESCO Global Geopark". UNESCO. Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Underwood, George (2023-09-23). "Upopoy National Ainu Museum and Park". GaijinPot Travel (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Hakkoubishoku's team (2017-04-17). "Discovering Ohaw: The Essence of Ainu Food - Marukome". Hakkoubishoku - Discover Japan's fermented food culture (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Hokkaido Treasure (2024-03-11). "Hokkaido on a Plate: Exploring the Food Culture of Japan's Northern Jewel". Hokkaido Treasure Island Travel Inc. (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
- ^ Laura, De La Rosa (2025-02-24). "The Role of Salmon in Eastern Traditions". MOWI Salmon US (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-02.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

