Mapag Toya

Mapag Toya (dari bahasa Bali: mapag 'menjemput' dan toya 'air') adalah ritual keagamaan Hindu yang dilaksanakan oleh masyarakat petani Subak di Bali dan komunitas Hindu di daerah transmigrasi sebelum dimulainya musim tanam padi. Upacara ini merupakan kegiatan menjemput dan mengalirkan air dari sumbernya (hulu) menuju sistem irigasi Subak yang mengarah ke persawahan.[1]

Tujuan dan Makna Keagamaan

Tujuan dilaksanakannya Upacara Mapag Toya adalah untuk memohon anugerah atau air suci (amertha) dari Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Dalam pelaksanaannya, umat Hindu memuja manifestasi Tuhan, yaitu Dewa Wisnu sebagai pelindung dan pemelihara yang memberikan kemakmuran, dan Dewi Gangga yang dipercaya sebagai pemberi air. Upacara ini juga merupakan wujud rasa syukur atas anugerah yang disediakan oleh Dewa Danu[1]

Ritual ini memiliki landasan filosofis dan merupakan bagian dari kerangka dasar Agama Hindu, yaitu Tattwa (filsafat), Etika, dan Upacara/Upakara. Mapag Toya adalah implementasi dari filosofi Tri Hita Karana (Tiga Penyebab Kesejahteraan), khususnya pada aspek Parhyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan). Ketiga elemen utama dalam pertanian, yaitu padi, sawah, dan air, dikaitkan dengan kekuatan Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.[2]

Pelaksanaan dan Sarana Upacara

Mapag Toya merupakan ritual kelompok yang diselenggarakan oleh organisasi Subak di lokasi sumber air, seperti Bendungan Ulu (ulun empelan) atau pintu air irigasi (temuku aya), sebelum proses pengolahan sawah dimulai.

Subak Sarwa Rahayu, Balinggi, Parigi Moutong

Upacara dilakukan di Bendungan Ulu. Di sini, upacara bertujuan memohon kemurahan Dewi Gangga dan Dewa Wisnu, serta menggunakan kurban suci berupa caru ayam hitam untuk menyeimbangkan lingkungan alam (Bhuana Agung dan Bhuana Alit). Upacara ini dilaksanakan pada awal pembukaan pintu air dan diyakini meningkatkan hasil panen padi serta menyelesaikan masalah pengalokasian kuota air[2]

Pura Bedugul, Desa Pakraman Nyanglan, Klungkung

Upacara dilaksanakan setahun sekali pada Tilem Sasih Kapat (bulan mati keempat) dan diklasifikasikan sebagai Dewa Yadnya. Sehari sebelum pelaksanaan, dilakukan upacara matur piuning (pemberitahuan) dengan membawa kerbau yang dihias keliling desa.[3]

Sarana (Upakara)

Sarana (upakara) yang digunakan dalam Upacara Mapag Toya memiliki berbagai tingkatan, dari nista, madya, hingga utama.

  • Di Desa Nyanglan, sarana utama yang digunakan adalah babi guling setiap tahun, dan bayang-bayang kerbau digunakan sebagai pekelem (kurban yang ditenggelamkan) di sumber mata air setiap tiga tahun sekali
  • Sarana pendukung lainnya meliputi penjor, suci, segehan, daksina, sayut datengan, dan canang burat wangi.[3]

Rujukan

Referensi

  1. ^ a b Wahyuni, Maria; Iman Sentosa; I Noman Larry Julianto (2023). "A Symbolic Interaction Analysis of Mapag Toya Ritual in Subak Bali", KnE Social Sciences.
  2. ^ a b Budiarta, I Made (2023). "Makna Upacara Mapag Toya Disubak Sarwa Rahayu Balinggi Kecamatan Balinggi Parigi Maoutong", WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan.
  3. ^ a b Dananjaya, I Nyoman Hari Mukti; I Pt Sudharma; I Md Adi Surya Pradnya (2017). "Upacara Mapag Toya di Pura Bedugul Desa Pakraman Nyanglan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung", Jurnal Penelitian Agama Hindu.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.