Droperidol
| Data klinis | |
|---|---|
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | Intravena, intramuskular |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Metabolisme | Hati |
| Waktu paruh eliminasi | 2,3 jam |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.008.144 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C22H22FN3O2 |
| Massa molar | 379.428 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
Droperidol adalah semacam obat penenang yang berasal dari obat butirofenona.[1] Droperidol disebut juga dehidrobenzpiridol (DBP).[1] Droperidol merupakan derivat dengan khasiat analgesik kuat.[2] Droperidol digunakan sebagai antipsikotikum pada keadaan gelisah akut, sebagai premedikasi pada induksi anestesi dan sebagai adjuvans pada pada nyeri serangan jantung bersama zat narkotik fentanyl.[2] Obat droperidol dalam bentuk suntikan diberikan kepada seorang penderita untuk memperopleh suatu keadaaan anestesi yang disebut neurolepsi.[1]
Droperidol merupakan salah satu premedikasi anestesi yang dapat mengurangi mual dan muntah pasca operasi pada pasien.[3] Keadaan mual dan muntah pasca operasi ini dikenal sebagai PONV (bahasa Inggris: Post Operative Nausea and Vomiting).[3] Selain droperidol, ondansetron juga memilki khasiat yang sama dalam keadaan PONV, yaitu sebagai pengurang rasa mual dan muntah.[3]
Dosis penggunaan droperidol adalah:
- Untuk mengetasi kegelisahan akut dapat digunakan i.m/i.v 5-10 mili gram.[2]
- Untuk infark i.v perlahan 2.5 mili gram (bersama fentanil 0,05 mili gram).[2]
Referensi
- ^ a b c (Indonesia) Shadily, Hasan. "Ensiklopedia Indonesia". Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. ;
- ^ a b c d (Indonesia) Tjay, Tian Hoan & Kirana Rahardja (2010). "Obat-obat penting: Khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya". 6. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-979-27-19130. ;
- ^ a b c (Indonesia) Nugrahanto, Aditia (2010). "Perbandingan Efektivitas Antara Ondansetron Dan Droperidol Dalam Mencegah Insiden Post Operative Nausea And Vomiting". Fakultas Kedokteran: Universitas Sebelas Maret. Diakses tanggal 17 Juni 2014. ; [pranala nonaktif permanen]
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.