Bihu

Bihu
Tarian bihu dari Assam
Nama resmiBihu
Nama lainRongali bihu, kongali bihu, bhogali bihu
Dirayakan olehPenduduk Assam
BerakhirBervariasi
FrekuensiTiga kali setahun

Bihu adalah festival budaya khas Assam.[1] Secara umum terdiri dari tiga jenis, yaitu rongali bihu, kongali bihu , dan bhogali bihu.[2] Rongali bihu adalah yang terpenting di antara ketiganya, dirayakan bertepatan dengan Tahun Baru Assam yang berbarengan dengan wilayah lain di anak benua India, Asia Timur dan Asia Tenggara, yang mengikuti Kalender Hindu-Buddha.[3]

Etimologi

Kata bihu berasal dari bahasa Deori yang termasuk dalam keluarga bahasa Boro-Garo, yaitu dari kata bisu yang artinya "kesukacitaan yang besar". Bentuk asli bihu disebut-sebut telah lama dirayakan sejak zaman kuno oleh kelompok Chutia, Sonowal Kachari, Tengal Kachari, dan Doeri. Kemudian bihu berkembang ke kelompok-kelompok Boro-Kachari lainnya. Suku Bodo mengenal bihu sebagai baisagu, sementara suku Dimasa, Tiwa, dan Rabha masing-masing menyebutnya bushu dima atau bushu saja, pisu, dan dumsi.

Asal-usul

Festivalnya orang Assam ini adalah amalgamasi atau percampuran dari tradisi Tibeto-Burma, Austroasiatik, dan Indo-Arya yang telah berdampingan dan saling memengaruhi selama berabad-abad.[4] Jalinannya sudah sedemikian rumit, sehingga mustahil untuk dilepaspisahkan.[5] Kangali bihu khususnya, berakar dari tradisi animisme kuno di wilayah Assam.[5] Ada pun rongali bihu, festival bulan April ini sangat kuat pengaruhnya dari tradisi Indo-Arya yang menambahkan elemen Hindu atau Sanskerta serta mengasosiasikan rongali bihu dengan festival serupa di daerah lain di seluruh India.[6] Pada masa kini, bihu dirayakan oleh semua orang Assam tanpa memandang agama, kasta, atau kepercayaan.[7]

Waktu penyelenggaraan

Bihu dirayakan tiga kali dalam setahun. Rongali Bihu dirayakan pada bulan Bohag, yang bertepatan dengan April dalam Kalender Gregorius. Oleh karena itu, rongali bihu disebut pula sebagai bohag bihu. Rongali bihu dirayakan berbarengan dengan festival-ferstival musim semi lainnya di berbagai daerah di India, yang tiap-tiap daerah itu mengenalnya dengan nama berbeda.[8][9][10] Kongali bihu pada bulan kati sehingga disebut sebagai kati bihu, jatuh pada Oktober atau November. Ada pun bhogali bihu dikenal pula sebagai magh bihu karena dirayakan pada bulan Magh atau Januari.[2]

Perlambangan dan perayaan

Semua jenis bihu berkaitan erat dengan pertanian (khususnya beras), pergantian musim, dan kesuburan. Rongali bihu melambangkan kedatangan musim semi atau waktu tanam tiba, dan dirayakan secara meriah. Orang Assam merayakan rongali bihu dengan pesta, musik, dan tari-tarian. Beberapa menggantung pot dari kuningan, tembaga atau perak pada tiang di depan rumah mereka, sementara anak-anak mengenakan karangan bunga sambil berkeliling mmelewati jalan-jalan pedesaan.[1] Kongali bihu melambangkan musim persediaan yang mulai menipis. Perayaannya lebih muted atau tidak terlalu meriah. Bhogali bihu melambangkan waktu panen tiba, dan komunitas-komunitas di Assam merayakannya dengan mengadakan pesta kekeluargaan.[11][12]

Referensi

  1. ^ a b Christian Roy (2005). Traditional Festivals: A Multicultural Encyclopedia. ABC-CLIO. hlm. 479–480. ISBN 978-1-57607-089-5.
  2. ^ a b Roshen Dalal (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin Books. hlm. 136. ISBN 978-0-14-341421-6.
  3. ^ Praphulladatta Goswami (1966). The springtime bihu of Assam: a socio-cultural study. Guwahati. OCLC 474819.
  4. ^ Goswami, Uddipana (2014). Conflict and Reconciliation: The Politics of Ethnicity in Assam. Routledge. ISBN 978-1-317-55997-9.
  5. ^ a b Sunita Pant Bansal (2005). Encyclopaedia of India. Smriti Books. hlm. 67. ISBN 978-81-87967-71-2.
  6. ^ Bhattacharya, Pramod chandra (1969). Asamar Loka Utsav. Guwahati. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  7. ^ "Culture of Assam - Government Of Assam, India". Diarsipkan dari asli tanggal 25 Mei 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016.
  8. ^ Lau, Vishaal (14 Juli 2007). "Religions - Hinduism: Vaisakhi". BBC. Diakses tanggal 19 Juli 2018.
  9. ^ Crump, William D. (2014). Encyclopedia of New Year's Holidays Worldwide. MacFarland. hlm. 114.
  10. ^ Karen Pechilis; Selva J. Raj (2013). South Asian Religions: Tradition and Today. Routledge. hlm. 48–49. ISBN 978-0-415-44851-2.
  11. ^ S. D. Sharma (2010). Rice: Origin, Antiquity and History. CRC Press. hlm. 56, 60–61. ISBN 978-1-4398-4056-6.
  12. ^ Goswami, Praphulladatta (1967). "Hindu and Tribal Folklore in Assam". Asian Folklore Studies. 26 (1). JSTOR: 19–27. doi:10.2307/1177697. JSTOR 1177697.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.