Jangan membunuh
Jangan membunuh (LXX: οὐ φονεύσεις; bahasa Ibrani: לֹא תִּרְצָח lo tirṣaḥ; bahasa Inggris: You shall not murder Diarsipkan 2016-09-08 di Wayback Machine., Thou shalt not kill Diarsipkan 2016-09-02 di Wayback Machine. (KJV)) adalah suatu keharusan moral yang merupakan salah satu perintah dari Sepuluh Perintah Allah dalam Taurat,[1] secara khusus Kitab Keluaran 20:13 dan Kitab Ulangan 5:17. Keharusan untuk tidak membunuh ini adalah dalam konteks pembunuhan di luar hukum yang mengakibatkan "utang darah".[2] Alkitab Ibrani memuat banyak peraturan yang melarang pembunuhan di luar hukum, tetapi juga memuat keharusan imperatif pembunuhan secara sah dalam konteks perang, hukuman mati, pembunuhan demi kehormatan, dan pembelaan diri.
RetzakhKata kerja bahasa Ibrani רצח (r-ṣ-ḥ, juga dialihaksarakan retzakh, ratzákh, ratsakh, retzach, retsakh dan sebagainya) adalah kata yang dalam teks aslinya diterjemahkan sebagai akar kata "bunuh", tetapi mempunyai makna luas, umumnya menggambarkan tindakan destruktif, termasuk "mematahkan, membanting hancur" sebagaimana pula "membantai, membunuh". Menurut Kitab Bilangan, membunuh orang di luar konteks perang dengan senjata, atau perkelahian tanpa senjata, dianggap sebagai retzakh,[3] tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, tersangka tidak boleh meninggalkan kota, supaya tidak dianggap bersalah atas pembunuhan disengaja.[4] Alkitab tidak pernah menggunakan kata retzakh dalam kaitan dengan perang.[5][6] Kata kerja lain yang berarti "membunuh, membantai, menghancurkan, merusak" adalah h-r-g, digunakan pada peristiwa Kain membunuh Habel dalam Kejadian 4:8. Sewaktu Kain diusir ke dalam pembuangan, mengeluhkan bahwa "setiap orang yang bertemu aku akan membunuhku" pada Kejadian 4:14, ia kembali menggunakan kata kerja ini (h-r-g). Eliezer Segal mengamati bahwa Septuaginta mengunakan istilah harag, dan bahwa Agustinus dari Hippo mengenalinya kalau istilah ini tidak mencakup perang dan hukuman mati. Kebanyakan terjemahan selanjutnya mengikuti Vulgata hasil terjemahan Hieronimus, kendati Hieronimus memiliki akses ke para cendekiawan Yahudi. "Bahkan para penerjemah Yahudi tidak semuanya sepakat dalam mempertahankan perbedaan yang konsisten antara beragam akar kata Ibrani."[7] Pilihan kata occidere (bahasa Inggris: kill Diarsipkan 2016-09-02 di Wayback Machine., menyebabkan sesuatu/seseorang terbunuh) yang digunakan Hieronimus merefleksikan makna yang lebih luas. Dalam suatu analisis yang lebih modern, Wilma Ann Bailey juga mendapati adanya suatu penggunaan yang lebih luas dari kata retzakh.[8] Lihat pulaReferensi
Sumber kutipan
Pustaka tambahan
Pranala luar |