Williardi Wizard

Williardi Wizard
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan
Informasi pribadi
Lahir22 Maret 1960 (umur 66)
Sibolga, Sumatera Utara
AlmamaterAkademi Kepolisian (1984)
PekerjaanPolisi
Karier militer
PangkatKomisaris Besar Polisi
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Williardi Wizard (lahir 22 Maret 1960) adalah seorang perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Selatan.[1]

Riwayat

Kehidupan

Williardi Wizard yang lahir di Sibolga pada 22 Maret 1960 itu merupakan putra dari perantau Minangkabau asal Kampuang Dusun II, Jorong Cacangtinggi, Tiku Utara, Tanjung Mutiara, Agam, Sumatera Barat, yang bermukim di Sibolga, Sumatera Utara. Namun masa kecilnya banyak dihabiskan di Tanjuangaua, Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, ketika ibunya mengajar di SD Negeri Tanjungaua (sekarang SDN No 16 Balaigadang), Padang, dan di Tiku pada tahun 70-an.

Karena kepeduliannya pada kampung halaman, Williardi yang akrab dipanggil Willy itu diangkat menjadi penghulu kaum suku Jambak di kampungnya, Tiku, Agam.

Williardi menikah dengan seorang wanita bernama Novarina, saat ini statusnya bercerai.[2]

Pendidikan

Williardi menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Tanjungaua (sekarang SDN No 16 Balaigadang) pada tahun 70-an, tetapi tidak sampai tamat karena ia pindah ke Tiku. Di kampung halamannya inilah Williardi menamatkan SD dan SMP, dan kemudian pindah ke Jakarta meneruskan pendidikan ke jenjang SMA. Setelah tamat SMA, Wiliardi masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1984.

Karier

Sebelum menjabat Kapolres Jakarta Selatan, Williardi Wizar pernah bertugas di Sumatera Barat sebagai Kasat Serse Kapolresta Padang (sekarang Poltabes Padang) sekitar tahun 1995, serta Wakapolres Pesisir Selatan dan tak lama kemudian ia dipercaya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Telematika Polda Sumbar.

Kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen

Williardi Wizard menjadi perhatian publik karena namanya dikaitkan dalam kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Dalam persidangan ia dengan berani mencabut semua pernyataannya di BAP terhadap penahanan Antasari Azhar yang dituduh sebagai otak pembunuhan Nasrudin. Williardi mengungkap semua dibuat atas dasar rekayasa dan di bawah tekanan penyidik polisi.[3]

Rujukan

  1. ^ Williardi Akui Dapat Petunjuk Atasan, Antasari Terharu Diarsipkan 2013-08-25 di Wayback Machine. KOMPAS.com, 10 November 2009. Diakses 17 Agustus 2013.
  2. ^ Istri Williardi: "Ini Semua Rekayasa!"[pranala nonaktif permanen] TABLOIDNOVA.COM, 11 Februari 2010 Diakses 17 Agustus 2013.
  3. ^ Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan Itu! KOMPAS.com, 10 November 2009. Diakses 17 Agustus 2013.

Pranala luar


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.