Tenun Bayan
Kain Tenun Bayan adalah produk asli Desa Bayan, Lombok Utara.[1]
Usaha tenun ini adalah usaha kerajinan yang dikelola secara turun temurun oleh sebuah keluarga di Desa Bayan. Didirikan pada tahun 2011, tetapi keahlian menenun telah dipelajari oleh generasi pengrajinnya sejak sekitar 2003 - 2004. Berlokasi tepat di depan Masjid Kuno Bayan, tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari oleh-oleh khas tenun Bayan. [1]
Tenun, Tangan, dan Alam
Semua kain tenun di Bayan dibuat dengan Alat Tenun, bukan dengan mesin. Jadi memerlukan proses yang memakan waktu. Sepotong selendang berukuran sekitar 200 x 60cm rata-rata membutuhkan dua minggu pengerjaan. Makin rumit motifnya, makin lama waktu yang dibutuhkan, dan makin tinggi harganya. Untuk pesanan khusus, pelanggan harus siap menunggu selama 2 hingga 3 bulan.[2]
Hal istimewa dari produk mereka adalah penggunaan pewarna alami, daun indigo untuk biru, kayu secang untuk merah, dan berbagai tumbuhan lain yang diwariskan secara turun-temurun. Praktik ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi institusi pendidikan internasional yang datang untuk belajar tentang tekstil tradisional dan keberlanjutan. [2]
Motif dan Makna
Kain tenun menampilkan motif-motif khas seperti Lewengan Pangan, Bintangan, Tatah, dan Kembang Sengit. Penanaman motif ini didasarkan pada bentuk geometrisnya, sementara makna filosofis yang lebih dalam umumnya hanya dipahami oleh para tokoh adat Bayan.[3]
Kain untuk segala Keperluan Hidup
- Lipak : Kain tenun berukuran sekitar 200 x 50-60cm, biasa digunakan sebagai kemben.
- Londong Abang : motif kota-kotak hitam dengan dasar merah tua, melambangkan kekuatan dan keberanian
- Pileq Abang : Motif kotak-kota hitam dengan dasar merah tua, melambangkan kekuatan dan keberanian
- Musla : Kain khusus yang digunakan sebagai sejadah oleh tokoh agama
- Kombong : dikenakan dalam upacara aqiqah
- Bebet Anteng : Kain serbaguna yang bentuknya menyerupai kombong.[4]
Referensi
- ^ a b Hasanah, Nadia Tulhasanah; Nurhaliza, Nurhaliza; Lestari, Septia Ayu; Putri, Maharani Sabila; Sari, Ni Kadek Cahya Puspita; Saribanun, Saribanun (2025-03-20). "MAKNA SIMBOLIK MOTIF KAIN TENUN SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT DESA BAYAN". SOCED SASAMBO: Journal of Social Education Sasambo (dalam bahasa Inggris). 3 (1): 11–20. doi:10.29303/socedsasambo.v3i1.10040. ISSN 2988-1722.
- ^ a b Lestari, Riza (2024-07-19). "Identifikasi Tenun Sesek Di Desa Pringgasela Timur Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur". Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (dalam bahasa Inggris). 15 (1). ISSN 2599-1442.
- ^ Muryanti, Muryanti; Sulistyaningsih, Sulistyaningsih; Hanjarwati, Astri (2024-04-06). "Pengembangan Kewirausahaan Tenun sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Bayan, Lombok". Jurnal Sosiologi Andalas (dalam bahasa Inggris). 10 (1). ISSN 2443-3810.
- ^ Nufus, Himayatin; Paramita, Eka Putri; Miharja, Dian Lestari (2023-04-05). "Pola Komunikasi dalam Pelestarian Adat dan Budaya di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara". Jurnal Ilmiah Mahasiswa Komunikasi (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 62–75. ISSN 2774-9371.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.