Sumur Tujuh

Sumur Tujuh (Seven wells) terletak di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di tepi Pantai Karang Hawu Secara konvensional, sumur-sumur tersebut diyakini terbentuk secara alami melalui proses geologi yang berlangsung selama periode waktu yang panjang. Selain dijadikan sebagai tempat Wisata yang indah dan menyegarkan mata, ternyata Sumur Tujuh menurut kepercayaan masyarakat sekitar dan wisatawan lokal bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.[1]

Sejarah

Batu karang besar di Pantai Karang Hawu yang membentuk kolam-kolam yang terisi air laut akibat dampak gelombang ombak yang menghantam batuan tersebut, sehingga menghasilkan genangan air. Beberapa situs genangan air atau sumur tersebut dikenal oleh masyarakat lokal sebagai 7 Sumur Karang Hawu. Secara konvensional, air yang terdapat di dalam cekungan batuan karang tersebut diyakini memiliki sifat terapeutik yang luar biasa dan efektif dalam mengatasi berbagai jenis penyakit.[2]

Pada tahun 1975, Menurut Abun Setiawan mengambil alih peran neneknya, Umi Enah, sebagai kustodian kawasan Karamat Gunung Winarum Karang Hawu. Pada masa tersebut, lokasi ini belum terpengaruh oleh modernisasi, dengan jalan dari Gunung Winarum ke Karang Hawu masih berupa permukaan tanah yang licin dan sulit dilalui. Abun mengenang insiden di suatu malam ketika sebuah bus yang penuh penumpang dari rute Bandung-Ciwidey tiba di Sumur Tujuh. Para penumpang tersebut bermaksud melaksanakan ritual mandi malam, namun kondisi medan yang menantang menjadi hambatan. "Pada saat itu, nenek tidak dapat turun, sehingga beliau menugaskan saya untuk memberikan bantuan," kenang Abun.[3]

Dari peristiwa tersebut, pada tahun 1977, Abun dan neneknya mengembangkan Sumur Tujuh. Awalnya, area tersebut hanya terdiri dari tujuh cekungan alami yang dikenal sebagai 'Tancang Tujuh'. Menyadari kebutuhan pengunjung akan fasilitas mandi yang lebih mudah diakses, mereka membangun jalur akses menuju tujuh kolam alami yang kini dikenal sebagai Sumur Tujuh.[3]

Mitos

Berdasarkan sejarah Sumur Tujuh banyak sekali menyimpan mitos yang sangat menarik untuk dibahas, beberapa mitos yang tersimpan pada wisata memiliki cerita tersendiri. Namun, narasi yang tersebar di kalangan masyarakat lebih menarik dari pada sekadar data empiris. Air dari masing-masing sumur diyakini memiliki khasiat spesifik, termasuk yang dianggap membawa keberuntungan, menyembuhkan penyakit, serta memfasilitasi urusan perjodohan. Setiap tahunnya, khususnya menjelang bulan-bulan yang dianggap sakral, pengunjung tiba untuk berziarah atau melaksanakan ritual. Mayoritas dari mereka membasuh wajah, membasahi tangan, atau bahkan mandi di dalam sumur dengan harapan memperoleh berkah.[3]

Beberapa individu meyakini bahwa sumur ini berkaitan erat dengan istana gaib yang diduga terletak di dasar samudra. Selain itu, terdapat pula keyakinan bahwa situs ini pernah berfungsi sebagai lokasi meditasi bagi para praktisi spiritual pada era kuno. Meskipun demikian, terlepas dari narasi-narasi mistis tersebut, lokasi ini tetap menyajikan daya tarik alam yang luar biasa, khususnya pemandangan matahari terbenam dari tebing Karang Hawu yang sangat menawan.[3]

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika sering kali terlihat baik penduduk lokal maupun wisatawan dari luar Sukabumi datang ke lokasi ini untuk memperoleh berkah dari air tujuh sumur tersebut. Mereka mengunjungi Pantai Karang Hawu untuk berenang atau sekadar membasuh wajah di Tujuh Sumur Suci ini.[1]

Referensi

  1. ^ a b radarutara.disway.id. "Khasiat Air 7 Sumur di Pantai Karang Hawu, Disebut Mampu Sembuhkan Penyakit, Membawa berkah dan Keberuntungan". radarutara.disway.id. Diakses tanggal 2025-11-22.
  2. ^ Redaksi (2024-12-18). "Legenda Karang Hawu: Pantai Penuh Mitos di Sukabumi". wartahukum.net. Diakses tanggal 2025-11-22.
  3. ^ a b c d Tresnawati, Kiki Andini (2025-02-19). "Fakta Mengejutkan di Balik Sumur Tujuh Karang Hawu, No. 3 Bikin Kaget! – Radartasik.id". radartasik.id. Diakses tanggal 2025-11-22.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.