Sumur Mathilda
Sumur Mathilda adalah sebuah sumur minyak yang menjadi lokasi pengeboran minyak pertama di Kota Balikpapan. Pengeboran sumur minyak kala itu dikerjakan oleh perusahaan minyak Belanda pada 10 Februari 1897. Tanggal pengeboran ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan.[1]
Lokasi Sumur Mathilda berada di dalam objek vital nasional, yaitu terletak di dalam Kilang Minyak yang dikelola oleh Pertamina Balikpapan, bangunan sumur mathilda memiliki luas 3,24 meter persegi dengan total area lahan mencapai 400 meter persegi.
Asal-usul nama sumur mathilda berasal dari nama anak Jacobus Hubertus Menten yang merupakan penemu sumur pengeboran minyak pertama di Balikpapan dan sebagai pekerja di perusahaan JH Menten dan Firma Samuel & Co yang memiliki hak konsesi pengeboran minyak oleh pemerintah Hindia Belanda dan masuk kedalam wilayah kekuasaan kesultanan Kutai.[1]
Sumur ini menjadi tonggak sejarah Kota Balikpapan, karena disinilah tempat pengeboran minyak pertama di Kalimantan dan telah ditetapkan ke dalam Cagar Budaya Kaltim.
Badan Pengelola Cagar Budaya Kalimantan Timur mencatat bahwa pada 15 April 1898, Nedelandsch Indisch Industrie en Handel Maatschappij (NIIHM) menemukan minyak pada kedalaman 180 meter di Sumur Mathilda, tepat satu tahun setelah pengeboran dimulai.
Pada masa itu, produksi tahunan NIIHM mencapai 32.618 barel minyak mentah, yang berasal dari konsesi sumur minyak Louise dan Mathilda. Sejak penemuan minyak pertama tersebut, pengeboran di Balikpapan terus berlanjut dan menghasilkan minyak berkualitas tinggi dalam jumlah besar. Kota ini kemudian dikenal sebagai Kota Minyak atau Oil City, dengan produksi mencapai 32.618 barel per tahun.
Namun, pada tahun 1903, Sumur Mathilda berhenti beroperasi setelah sekitar enam tahun berproduksi, dengan total kumulatif mencapai 68.375 barel. Penutupan sumur ini disebabkan oleh penurunan cadangan atau aliran minyak alami. Meski demikian, wilayah konsesi Mathilda masih aktif hingga kini sebagai kawasan Kilang Balikpapan.[2]
Referensi
- ^ a b "Apa Hubungan Sumur Mathilda dengan Balikpapan? Sejarah dan Lokasi Sumur Minyak Jaman Belanda". Tribunkaltim.co. Diakses tanggal 2024-11-10.
- ^ antaranews.com (2022-06-22). "Sumur Mathilda punya sejarah panjang dalam industri minyak". Antara News. Diakses tanggal 2024-11-10.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.