Sompoton
Contoh sompoton Murut, dipamerkan di Museum Warisan Sandakan, lantai 1, di bekas Museum Borneo Utara Britania | |
| Klasifikasi | Harmonika mulut |
|---|---|
| Dikembangkan | Kalimantan Utara: Sabah, Malaysia |
Sompoton atau Sumpotan, adalah harmonika mulut yang terbuat dari kalabas dengan pipa bambu di Kalimantan Utara.[1] Berasal dari negara bagian Sabah dan dimainkan oleh pria dan wanita pribumi di Sabah, terutama oleh Suku Dayak Kadazan dan Murut.[2][3][4]
Deskripsi
Sompoton terdiri dari delapan buah pipa bambu yang dimasukkan ke dalam kalabas kering yang disegel dengan lilin lebah, yang berfungsi sebagai ruang udara. Tidak seperti seruling bambu yang merupakan pipa lurus, sompoton adalah 'organ mulut' karena mengandung buluh yang bergetar. Perbedaan lainnya adalah, tidak seperti seruling (yang hanya dimainkan dengan udara yang dihembuskan), sompoton dapat dimainkan dengan menghirup dan menghembuskan napas. Di Kota Kinabalu, ibu kota Sabah, di pasar kerajinan Anjung Kinabalu, orang mungkin akan menemukan 'sompoton hias' dengan hanya dua buluh; tetapi di Pusat Kebudayaan Sabah, orang akan menemukan sompoton yang sepenuhnya fungsional/dapat dimainkan dengan 7 buluh lengkap. Secara tradisional, masing-masing pipa memiliki nama sendiri, seperti lombohon, monongkol, suruk, baranat, randawi, tuntuduk dan tinangga.[5]
Lihat pula
Referensi
- ^ D. Ohrnberger (29 January 1999). The Bamboos of the World: Annotated Nomenclature and Literature of the Species and the Higher and Lower Taxa. Elsevier. hlm. 304–. ISBN 978-0-08-054238-6.
- ^ Sabah: history and society. Malaysian Historical Society. 1981.
- ^ "Sompoton". New Sabah Times. hlm. 14. Diakses tanggal 15 Oktober 2014.[pranala nonaktif permanen]
- ^ Elaine Lee (2006). Ethnic musical instruments of Malaysia. Win Publication. ISBN 978-983-2312-17-8.
- ^ Ong Chen Wei and Jedol Dayou (25 September 2009). "Frequency Characteristics of Sound from Sompoton Musical Instrument" (PDF). School of Science and Technology. Universiti Malaysia Sabah. hlm. 71–72. Diakses tanggal 15 Oktober 2014.
Pranala luar
- The Making of the Sompoton @Sabah.edu.my (in Dusun with English translation)
- Sompoton at the Kadazan Dusun Cultural Association (KDCA)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.