Somasi

Somasi merupakan terjemahan dari ingebrekestelling [1] dan adalah sebuah teguran terhadap pihak calon tergugat pada proses hukum.[2] Tujuan dari pemberian somasi ini adalah pemberian kesempatan kepada pihak calon tergugat untuk berbuat sesuatu atau menghentikan suatu perbuatan sebagaimana tuntutan pihak penggugat.[2] Cara ini efektif untuk menyelesaikan sengketa sebelum perkara diajukan ke pengadilan.[2] Somasi bisa dilakukan individual atau kolektif baik oleh kuasa hukum maupun pihak yang dirugikan (calon penggugat).[2] Dasar hukum somasi terdapat dalam Pasal 1238 KUHPerdata.[2] Somasi memiliki tujuan agar debitur tetap berprestasi.[3] Bila debitur tidak menghiraukan somasi, maka dapat dikategorikan debitur melakukan wanprestasi berdasarkan Pasal 1243 KUHPerdata.[1] Somasi dalam sumber lain adalah sejenis teguran yang didasarkan atas pikiran bahwa debitur memang masih mau paling tidak melalui somasi dapat diharapkan mau untuk berprestasi.[3] Di samping hal semcam itu pernyataan lalai pada umumnya diperlukan kalau orang hendak menuntut ganti rugi atau pembatalan perjanjian.[3]

Bentuk-bentuk somasi

Somasi memiliki beberapa bentuk pernyataaan lalai yang sangat beragam, diantaranya adalah sebagai berikut:[3]

  1. Surat perintah, adalah exploit juru sita, exploit adalah perintah lisan yang disampaikan juru sita kepada debitur.[3] Dengan kata lain exploit adalah salinan surat peringatan.[3]
  2. Akta sejenisnya (soortgelijke akta), membaca kata-kata akta sejenis ini ialah akta otentik yang sejenis dengan exploit juru sita.[3]
  3. Demi perikatan sendiri, perikatan mungkin terjadi apabila pihak-pihak menentukan terlebih dahulu saat adanya kelalaian dari debitur di dalam suatu perjanjian, misalnya pada perjanjian dengan ketentuan waktu, secara teoretisnya, suatu perikatan lalai adalah tidak perlu, jadi dengan lampaunya suatu waktu, maka keadaan lalai itu terjadi dengan sendirinya.[3]

Rujukan

  1. ^ a b Justika, Nawawi Bahrudin, S.H., M.H. (2021-02-03). "Apa itu Somasi dan Bagaimana Cara Membuatnya?". Justika. Diakses tanggal 2021-02-18. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ^ a b c d e "Somasi". Diakses tanggal 17 Juni 2014.
  3. ^ a b c d e f g h Richard Eddy. Aspek Legal Properti - Teori, Contoh, dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Andi. hlm. 113. ISBN 9792913548. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "buk" didefinisikan berulang dengan isi berbeda


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.