Retikulosit
| Retikulosit | |
|---|---|
![]() Retikulosit | |
![]() Eritrosit (sel matang) | |
| Rincian | |
| Bentuk lanjutan | Sel darah merah |
| Lokasi | Sumsum tulang (paling banyak), darah (beberapa) |
| Pengidentifikasi | |
| Bahasa Latin | reticulocytus |
| MeSH | D012156 |
| TH | H2.00.04.1.01007 |
| FMA | 66785 |
| Daftar istilah mikroanatomi | |
Retikulosit adalah sel eritrosit yang belum matang, dan kadarnya dalam eritrosit manusia sekitar 1%.
Retikulosit berkembang dan matang di sumsum tulang merah dan disirkulasikan dalam pembuluh darah sebelum matang menjadi eritrosit. Seperti eritrosit, retikulosit tidak memiliki inti sel (nukelus).
Sel ini disebut retikulost karena memiliki jaringan seperti retikuler pada ribosom RNA. Retikuler ini hanya dapat diamati di bawah mikroskop dengan pewarnaan tertentu seperti perwarnaa supravital dengan metilen biru baru.
Retikulosit tampak lebih kebiruan daripada eritrosit ketika diamati dengan pewarnaan Romanowsky biasa. Ukurannya menyerupai eritrosit yakni sekitar 6 hingga 9 mikron.
Hitung Retikulosit
Hitung retikulosit adalah menghitung persentase dari jumlah sel darah merah yang bersikulasi di aliran darah yang masih dalam tingkat retikulosit.
Pengukuran yang akurtat menggunakan penghitung otomat dengan penanda sampel sel laser, dikombinasikan dengan larutan floresens yang akan menandai RNA dan DNA. Untuk membedakan retikulosit, diamati dari respon larutan terhadap cahaya laser.[1]
Jangkauan normal dari retikulosit di darah bergantung pada keadaan klinis, biasanya ditetapkan sekitar 0,5 sampai 1,5%. Namun, bila seseorang mengidap anemia, persentase retikulositnya lebih tinggi dari normal jika kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah baru masih baik. Penghitungan indeks produksi retikulosit merupakan langkah penting dalam menentukan apakah hitung retikulosit tersebut tepat atau tidak dalam keadaan tertentu.
Jika terdapat keadaan meningkatnya produksi sel darah merah karena adanya kegagalan pematangan sel darah merah yang kronis, seperti pada anemia hemolitik, pasien dapat memiliki persentase jumlah retikulosit yang tinggi. Retikulosit yang sangat banyak dalam darah disebut keadaan retikulositosis.
Jumlah retikulosit yang menurun drastis dapat disebabkan oleh kemoterapi, anemia aplastik, anemia pernisiosa, malignansi sumsum tulang, masalah pada produksi eritropoetin atau penyebab lainnya. Retikulosit yang sedikit dalam darah disebut keadaan retikulopenia.
Gambar tambahan
-
Perkembangan sel darah menurut teori monofilektik
Referensi
- Nadesul, Belinda, dr. 2007. Catatan Kuliah:Seri Eritrosit, Maturasi, dan Nomenklatur. Jakarta:Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta.
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-09. Diakses tanggal 2007-04-20.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

