Propifenazon

Propifenazon
Data klinis
AHFS/Drugs.comInternational Drug Names
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
Pengenal
  • 1,5-Dimetil-2-fenil-4-propan-2-il-pirazol-3-ona
Nomor CAS
PubChem CID
ChemSpider
UNII
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.006.855 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC14H18N2O
Massa molar230,31 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • O=C1C(C(C)C)=C(C)N(C)N1c2ccccc2
  • InChI=1S/C14H18N2O/c1-10(2)13-11(3)15(4)16(14(13)17)12-8-6-5-7-9-12/h5-10H,1-4H3 checkY
  • Key:PXWLVJLKJGVOKE-UHFFFAOYSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Propifenazon (dikenal sebagai isopropilantipirin di Jepang)[1] adalah turunan dari fenazon[2] dengan efek analgesik dan antipiretik yang serupa. Awalnya dipatenkan pada tahun 1931,[3] propifenazon dipasarkan sebagai formulasi kombinasi dengan parasetamol dan kafein untuk pengobatan gangguan sakit kepala primer.[4]

Saridon (Obat kombinasi dengan Propifenazon) dari Hoffman-La Roche pada tahun 1950/60

Efek Samping Serius

Laporan kasus menggambarkan serangan jantung akut dinding inferior yang ditandai dengan aritmia[meragukan] (sindrom Kounis) akibat penggunaan propifenazon.[5]

Kutipan dari Komentar WHO

Propifenazon, sebuah turunan pirazolon dengan aktivitas antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik, diperkenalkan pada tahun 1951 untuk pengobatan gangguan rematik. Karena secara struktural terkait dengan aminofenazon, hal ini telah dikaitkan dengan diskrasia darah yang parah. Namun, ia tidak dapat diubah menjadi nitrosamina yang berpotensi karsinogenik dan oleh karena itu telah banyak digunakan sebagai obat pengganti aminofenazon. Di negara-negara tertentu, produk yang mengandung propifenazon kini telah dibatasi indikasinya, sedangkan di negara lain masih tersedia, terkadang sebagai sediaan yang dijual bebas.[6]

Negara-negara yang Melarang Penggunaan Propifenazon[7]

  • Sri Lanka
  • Malaysia
  • Thailand

Referensi

  1. ^ "Isopropylantipyrine". Drugs.com. Diakses tanggal 8 March 2018.
  2. ^ Göres E, Kossowicz J, Schneider HG (March 2004). "[Propyphenazone. Pharmacology and use]" [Propyphenazone. Pharmacology and use]. Medizinische Monatsschrift für Pharmazeuten (dalam bahasa German). 27 (3): 72–6. PMID 15032249. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ Fischer J, Ganellin CR (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 530. ISBN 9783527607495.
  4. ^ "SC exempts painkiller Saridon from the banned list in India". The Economic Times. February 21, 2019.
  5. ^ Akyel A, Alsancak Y, Yayla Ç, Sahinarslan A, Özdemir M (May 2011). "Acute inferior myocardial infarction with low atrial rhythm due to propyphenazone: Kounis syndrome". International Journal of Cardiology. 148 (3): 352–3. doi:10.1016/j.ijcard.2010.05.038. PMID 20541820.
  6. ^ Consolidated List of Products whose Consumption and/or Sale have been Banned, Withdrawn, Severely Restricted or not Approved by Governments, Twelfth Issue (PDF). New York: Department of Economic and Social Affairs of the United Nations Secretariat. 2005. hlm. 232.
  7. ^ "Multi-Country Survey On Banned And Restricted Pharmaceuticals". Health Action International Asia Pacific. August 2008. hlm. 7.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.