Petang Megang


Petang Megang atau juga dikenal Petang Belimau adalah tradisi yang dilakukan masyarakat Pekanbaru, Riau dalam rangka menyambut bulan Ramadan sebagai ungkapan rasa syukur karena bertemu kembali dengan bulan Ramadan tahun itu.[1] Kata "Petang" bermaksud pada waktu petang atau sore hari, sedangkan "Megang" bermakna memegang atau memulai sesuatu.[2] Tradisi ini dilakukan sebagai langkah memulai persiapan diri baik secara fisik dan spiritual. Tradisi ini dilaksanakan pada sore hari, tepatnya pada satu hari sebelum bulan Ramadan dimulai. Tradisi ini telah menjadi salah satu acara yang dinanti masyarakat Pekanbaru. Oleh sebab itu tradisi ini masuk pada acara tahunan Kota Pekanbaru yang wajib dilakukan satu tahun sekali menjelang bulan suci Ramadan.[3]

Tradisi ini muncul pada abad ke-18 bertepatan dengan pindahnya pusat Kesultanan Siak Sri Indrapura dari Sungai Menpura ke Bukit Senapelan (saat ini dikenal Kota Pekanbaru).[4] Umumnya tradisi ini dilaksanakan di area Sungai Siak tepatnya di sekitar jembatan Siak Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Pelaksanaan Tradisi pada lokasi tersebut merefleksikan keterkaitan antara masyarakat melayu dengan warisan geografis dan historis yang membentuk identitas budaya mereka.

Rangkaian Tradisi

Limau nipis digunakan sebagai salah satu barang dalam campuran air Mandi belimau.

Petang Megang diawali dengan berkumpul di Masjid Raya Pekanbaru yang terletak tidak jauh dari pinggiran sungai Siak untuk melaksanakan salat berjama'ah. Setelah salat, masyarakat, pejabat daerah, tokoh agama, dan pemimpin adat menuju sungai Siak untuk mandi bersama. Proses menuju lokasi Petang Megang biasanya dilaksanakan dengan arak-arakan yang diiringi kesenian kompang atau alat musik khas Melayu Riau.[1]

Proses mandi di sungai Siak dibuka oleh para pejabat dengan memberi imbauan agar prosesi mandi "belimau" dilaksanakan dengan gembira dan tertib tanpa berlebihan. Kemudian para pejabat dan tokoh agama mengambil air dan bak air dan memandikan pada 10 anak kecil dan remaja. Campuran air tersebut berisi air, perasan jeruk limau, dan bunga daun 7 rupa seperti daun nilam, serai, mayang pinang, dan jeruk nipis.[5] Setelah prosesi tersebut masyarakat masuk ke dalam sungai untuk mandi bersama. Prosesi ini menjadi simbol penyucian diri menjelang Ramadan. Tidak hanya mandi bersama, selama kegiatan juga diwarnai dengan pertunjukan hiburan berupa musik kompang dan orgen tunggal, serta penyelenggaraan lomba menangkap itik turut memeriahkan acara tersebut.

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ a b Tohirin & Hartanto 2023, hlm. 30.
  2. ^ Muallif (2022-11-26). "Tradisi dan upacara Islami Melayu". Universitas Islam An Nur Lampung. Diakses tanggal 2025-06-14.
  3. ^ Tohirin & Hartanto 2023, hlm. 31.
  4. ^ "Mengenal Petang Megang, Tradisi Mandi Menyambut Puasa Ramadan yang Sudah Ada Sejak Abad 18". JawaPos.com. 2024-03-11. Diakses tanggal 2025-06-14.
  5. ^ Riski, Rahmad (2025-02-27). "Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Pekanbaru". iNews Pekanbaru. Diakses tanggal 2025-06-14.

Daftar pustaka

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.