Mereologi

Mereologi (/mɪəriˈɒlədʒi/; dari bahasa Yunani μέρος meros ‘bagian’ (akar: mere-) dan akhiran -logy, yang berarti ‘studi’, ‘diskusi’, atau ‘ilmu’) adalah kajian filosofis tentang hubungan antara bagian dan keseluruhan, juga disebut sebagai hubungan kebagianan (parthood relationships).[1][2]

Sebagai cabang dari metafisika, mereologi menelaah hubungan antara bagian-bagian dan keseluruhan mereka, serta bagaimana komponen saling berinteraksi dalam suatu sistem. Teori ini berakar dari filsafat kuno, dengan kontribusi penting dari Plato, Aristoteles, serta para pemikir Abad Pertengahan dan Renaisans seperti Thomas Aquinas dan John Duns Scotus.[3]

Mereologi secara formal diaxomatisasi pada abad ke-20 oleh ahli logika Polandia Stanisław Leśniewski, yang memperkenalkannya sebagai bagian dari kerangka komprehensif untuk logika dan matematika, sekaligus menciptakan istilah mereology itu sendiri.[2]

Gagasan-gagasan mereologis memiliki pengaruh pada teori himpunan awal dan tetap digunakan dalam sebagian kecil karya mengenai dasar-dasar matematika. Beragam bentuk aksiomatis mereologi telah diterapkan dalam metafisika, digunakan dalam semantik linguistik untuk menganalisis istilah massa (mass terms), dalam ilmu kognitif, serta dikembangkan dalam teori sistem umum.[1] Mereologi juga telah dikombinasikan dengan topologi, yang menghasilkan bidang kajian bernama mereotopologi. Selain itu, mereologi digunakan dalam fondasi geometri tanpa titik (point-free geometry) karya Whitehead, sebagaimana dibahas oleh Tarski (1956) dan Gerla (1995).

Mereologi diterapkan dalam berbagai konteks — mulai dari kelompok musik, wilayah geografis, hingga konsep abstrak — menunjukkan relevansinya dalam berbagai wacana filosofis dan ilmiah.[1]

Dalam metafisika

Dalam metafisika, mereologi digunakan untuk merumuskan tesis “komposisi sebagai identitas”, yaitu teori bahwa individu atau objek identik dengan jumlah mereologis (atau fusi) dari bagian-bagiannya.[3]

Sebuah tesis metafisik lain, disebut “monisme mereologis”, berpendapat bahwa versi mereologi yang dikembangkan oleh Stanisław Leśniewski dan Nelson Goodman — dikenal sebagai Classical Extensional Mereology (CEM) — berfungsi sebagai teori umum dan menyeluruh tentang kebagianan dan komposisi, setidaknya untuk ranah objek yang luas dan signifikan.[4]

Namun, tesis ini menuai kontroversi, karena dalam beberapa kasus, hubungan kebagianan tidak tampak transitif (seperti antara organisme dan organ-organnya).[5]Meskipun demikian, asumsi-asumsi CEM sangat umum dalam kerangka mereologis, terutama karena pengaruh Leśniewski sebagai perumus pertama teori ini.

Teori mereologis umumnya mengasumsikan bahwa:

  • Segala sesuatu adalah bagian dari dirinya sendiri (refleksivitas),
  • Bagian dari bagian dari suatu keseluruhan juga merupakan bagian dari keseluruhan tersebut (transitivitas), dan
  • Dua entitas yang berbeda tidak dapat saling menjadi bagian satu sama lain (antisimetri),

sehingga hubungan kebagianan bersifat urutan parsial (partial order). Sebagai alternatif, beberapa teori mengasumsikan bahwa kebagianan bersifat irefleksif (tidak ada sesuatu yang menjadi bagian dari dirinya sendiri) tetapi tetap transitif, sehingga antisimetri muncul secara otomatis.

Referensi

  1. ^ a b Champollion, Lucas; Krifka, Manfred (2016-06-30). Aloni, Maria; Dekker, Paul (ed.). Mereology (Edisi 1). Cambridge University Press. hlm. 369–388. doi:10.1017/cbo9781139236157.014, isbn 978-1-139-23615-7, retrieved 2024-04-21. ISBN 978-1-107-02839-5.
  2. ^ a b Cotnoir, A. J.; Varzi, Achille C. (2021). Mereology. Oxford scholarship online (Edisi First edition). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-181164-7.
  3. ^ a b Zalta, Edward (2006-09-01). "The Stanford Encyclopedia of Philosophy: A university/library partnership in support of scholarly communication and open access". College & Research Libraries News. 67 (8): 502–504. doi:10.5860/crln.67.8.7670. ISSN 2150-6698.
  4. ^ Lando, Giorgio (2017). Mereology: a philosophical introduction. London, UK ; New York: Bloomsbury Academic. ISBN 978-1-4725-8368-0.
  5. ^ Bunnin, Nicholas; Yu, Jiyuan (2004). The Blackwell dictionary of Western philosophy. Malden, MA: Blackwell Pub. ISBN 978-1-4051-0679-5.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.