Menora

Menora (biasa juga disebut Manora di Thailand dikenal dengan nama Nora) adalah sendratari tradisional yang berasal dari wilayah Narathiwat, Thailand. Seni teater ini juga berkembang di Kelantan, Malaysia. Teater Menora seperti halnya dengan teater Mek Mulung dan Mak Yong, berisi akting, musik, nyanyian dan juga tarian. Ciri yang terlihat pada Menora yaitu cerita yang dibawakan mengandung unsur humor yang disertai interaksi dengan penonton.[1]UNESCO sejak tahun 2021 mencatat Nora dalam Daftar Representasi Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan asal Thailand.[2]

Terdapat perbedaan antara pentas Menora di Thailand Selatan dan Menora yang ada di Kelantan. Misalnya pada peran Manora, Khun Eh Tik, tokoh utama yang melukiskan makhluk surgawi setengah burung. Di Thailand Selatan, tokoh ini diperankan oleh perempuan, sedangkan di Kelantan diperankan oleh laki-laki.[3] Kisah pada Menora menceritakan tentang putri bungsu Raja Kinnara, Kinnaree Manora yang tinggal di alam surgawi dan jatuh cinta kepada Pangeran Suthon, pewaris Kerajaan Panchala.[3]

Sejarah

Sendratari Menora merupakan tarian Melayu-Thai[4] yang telah ada sebelum masuknya Islam (pra Islam). Ciri ini terlihat pada cerita yang dibawakan. Ada 12 cerita yang dipentaskan dalam sendratari ini yang semuanya memiliki unsur yang melibatkan  dewa-dewi dan kayangan.[1] Pada tahun 1991, menora pernah dilarang untuk dipentaskan di Kelantan oleh Partai Islam Se-Malaysia (PAS). [5]

Musik dan Tarian

Unsur Buddha tampak dalam tarian pada pentas Menora. Beberapa tarian yang dibawakan dalam pentas Menora yaitu  Tarian Masuk, Tarian Burung Kenari, Tarian Penjuru Besar ataupun Gerak Tari Jalan Angsa, Tarian Penjuru Kecil ataupun Gerak Tari Gajah, dan Tarian Labah-Labah yang menganyam sarangnya.[1] Adapun alat musik yang digunakan antara lain: Gendang (terdiri dari gendang ibu dan gendang anak, canang, suling, gedombak (drum kecil), ceng-ceng (simbal kecil), serta kerincing. [4]

Fungsi dalam Masyarakat

Pada awalnya Menora dipentaskan untuk tujuan keagamaan dan ritual. Seringkali ditampilkan pada hari ulang tahun tokoh agama di Wat Ariyakiri oleh Komunitas Siam di Kampung Aril. Menora juga sering dipentaskan di kuil sebagai penghormatan terhadap kepercayaan dan adat masyarakat. Seiring waktu, Menora ditampilkan untuk menjaga identitas budaya masyarakat Siam di Kampung Aril.[4]

Referensi

  1. ^ a b c "MENORA PERLIS". pemetaanbudaya.jkkn.gov.my. Diakses tanggal 2025-11-02.
  2. ^ "Nora, dance drama in southern Thailand - UNESCO Intangible Cultural Heritage". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ^ a b MAYER, JULIA (2017-03-05). "Timeless spell of the Manora | New Straits Times". NST Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-02.
  4. ^ a b c "TEATER TRADISONAL MENORA DI KELANTAN". pemetaanbudaya.jkkn.gov.my. Diakses tanggal 2025-11-02.
  5. ^ Ab. Aziz Shuaib and Raja Iskandar Raja Halid (2011) The search for the middle path : islam and the tradisional malay performings arts. In: Sharing Cultures 2011 - 2nd International Conference on Intangible Conference, 04 Julai 2011, Tomar, Portugal. (Unpublished)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.