Langgar Merdeka
| Langgar Merdeka | |
|---|---|
Langgar Merdeka di Laweyan | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam – Sunni |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Lokasi | |
| Lokasi | Surakarta |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid/langgar |
| Gaya | Jawa |
| Peletakan batu pertama | 1942 |
| Rampung | 1946 |
| Menara | 1 |
Langgar Merdeka adalah sebuah tempat ibadah umat Islam sekaligus bangunan cagar budaya di kawasan Kampung Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Nama Langgar Merdeka diberikan oleh Sukarno.
Terdapat dua versi sejarah mengenai asal-usul langgar. Pertama, langgar adalah bekas toko candu atau opium. Adapun versi kedua menyebutkan langgar bukan toko candu, melainkan tempat berkumpul orang untuk mengonsumsi candu.[1]
Toko atau bangunan yang awalnya milik orang Tionghoa itu dibeli oleh seorang pengusaha batik Laweyan bernama Imam Mashadi. Lalu, bangunan dirobohkan pada tahun 1940 dan di tempat itu didirikanlah sebuah langgar.[2] Langgar selesai dibangun tanggal 26 Februari 1946 dan diresmikan oleh Menteri Sosial Mulyadi Joyo Martono. Lantai pertama dijadikan toko, sedangkan lantai kedua difungsikan sebagai tempat ibadah.
Nama langgar pernah sempat diganti dari Langgar Merdeka menjadi Langgar Al-Ichlas pada tahun 1949 setelah Agresi Militer Belanda II. Ketika itu Belanda tidak menghendaki istilah "merdeka". Saat ini langgar dikelola oleh Yayasan Langgar Merdeka Kampung Batik Laweyan.[3]
Arsitektur langgar disebut unik lantaran berbentuk seperti bangunan limasan khas Jawa. Selain itu, menaranya menyatu dengan langgar karena keterbatasan lahan. Sebanyak 50 persen material langgar terbuat dari kayu jati. Hampir semua bagian langgar masih asli. Terdapat ornamen bulan bintang khas Turki Usmani pada jendela dan pintu langgar sehingga muncul dugaan bahwa para pedagang Laweyan pernah memiliki hubungan niaga dengan pedagang Turki.
Langgar Merdeka ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya peringkat kabupaten/kota berdasarkan SK no. 646/1-R/1/2013 bertanggal 1 Januari 2013
Referensi
- ^ "Melihat Arsitektur Langgar Merdeka, Ada Ornamen Khas Turki Utsmani". Radar Solo. 18 Mei 2020. Diakses tanggal 10 November 2025.
- ^ "Dinamai Sukarno Langgar Merdeka, Tilas Kios Candu di Laweyan Solo". Detik. 15 April 2024. Diakses tanggal 10 November 2025.
- ^ "Langgar Merdeka". Kemendikdasmen. Diakses tanggal 10 November 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.