Kriptorkismus
Kriptorkismus adalah testis yang tidak turun, sebuah kondisi di mana salah satu atau kedua testis gagal untuk bergerak dari perut, di mana mereka dikembangkan sebelum kelahiran, ke dalam skrotum.[1] Kriptorkismus berasal dari bahasa Yunani yaitu cryptos yang berarti tersembunyi dan orchis yang dalam bahasa latin disebut testis.[2]
Dari hasil penelitian para ahli, menyatakan bahwa ada beberapa penyebab dari kriptorkismus di antarnya:
A. Abnormalitas gubernakulum testis
Penurunan testis dipandu oleh gubernakulum.[3] Massa gubernakulum yang besar akan mendilatasi jalan testis, kontraksi, involusi, dan traksi serta fiksasi pada skrotum akan menempatkan testis dalam kantong skrotum.[3] Ketika tesis telah berada di kantong skrotum gubernakulum akan diresorbsi Bila struktur ini tidak terbentuk atau terbentuk abnormal akan menyebabkan maldesensus testis.[3]
B. Defek intrinsik testis
Maldesensus dapat disebabkan disgenesis gonadal dimana kelainan ini membuat testis tidak sensitif terhadap hormon gonadotropin.[3] Teori ini merupakan penjelasan terbaik pada kasus kriptorkismus unilateral.[3] Juga untuk menerangkan mengapa pada pasien dengan kriptorkismus bilateral menjadi steril ketika diberikan terapi definitif pada umur yang optimum.[3] Banyak kasus kriptorkismus yang secara histologis normal saat lahir, tetapi testisnya menjadi atrofi / disgenesis pada akhir usia 1 tahun dan jumlah sel germinalnya sangat berkurang pada akhir usia 2 tahun.[3]
C.Defisiensi stimulasi hormonal / endokrin
Hormon gonadotropin maternal yang inadequat menyebabkan desensus inkomplet.[3] Hal ini memperjelas kasus kriptorkismus bilateral pada bayi prematur ketika perkembangan gonadotropin maternal tetap dalam kadar rendah sampai 2 minggu terakhir kehamilan.[3] Tetapi teori ini sulit diterapkan pada kriptorkismus unilateral.[3] Tingginya kriptorkismus pada prematur diduga terjadi karena tidak adequatnya HCG menstimulasi pelepasan testosteron masa fetus akibat dari imaturnya sel Leydig dan imaturnya aksis hipothalamus-hipofisis-testis.[3] Dilaporkan suatu percobaan menunjukkan desensus testis tidak terjadi pada mamalia yang hipofisenya telah diangkat.[3]
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.