Komunitas Asia Timur
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Desember 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
Komunitas Asia Timur adalah sekumpulan negara yang terdiri dari Jepang, Mongolia, Korea Selatan, Korea Utara, Tiongkok, Taiwan, Hongkong, dan Makau yang melakukan kerja sama di berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, serta sosial. Komunitas Asia Timur diperlukan untuk menunjang kebutuhan negara-negara di kawasan tersebut.
Komunitas sekumpulan anggota yang saling membutuhkan dan percaya jika mereka bersama kebutuhan mereka akan terpenuhi sedangkan Asia Timur dimaksudkan untuk negara-negara yang berada di Asia Timur seperti Tiongkok, Korea Selatan , dan Jepang. Pada tahun 2003 pada pertemuan Bali Concord II beberapa negara-negara di Asia Timur setuju untuk membuat ASEAN+3 yang sekarang di kenal sebagai Komunitas Asia Timur, terkadang komunitas ini juga di ikuti oleh Australia, Selandia Baru, dan India. Komunitas Asia timur beranggotakan Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (anggota tidak tetap seperti India, Australia, dan Selandia Baru)
Pertumbuhan ekonomi Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok yang semakin pesat di Asia bagian timur serta hanya terdapat 1 oraganisasi regional kawasan yaitu ASEAN membuat negara-negara tersebut ingin melakukan kerja sama. Kerja sama antar negara awalnya hanya untuk melakukan perdagangan namun muncul usulan untuk membuat komunitas asia timur, usulan ini pertama kali di kemukakan oleh perdana menteri Malaysia yaitu Dr. Mahathir bin Mohamd melalui gagasan east asian economic grup (EAEG) setelah itu gagasan ini mulai dilihat dan dicoba untuk di kembangkan.[1] Melalui banyak langkah yang tidak mudah berawal dari ASEAN PLUS THREE, EASG, NEAT, hingga KTT Asia Timur. Komunitas ini muncul karena krisis ekonomi di Asia timur hingga ke Asia Tenggara, baht juga terjatuh membuat seluruh negara di Asia mencari cara untuk memulihkan perekonomian negaranya masing-masing jika dilihat juga komunitas ini pada dasarnya hanya memiliki dua alasan dan tujuan yaitu untuk saling melengkapi dan menguntungkan satu sama lain, kesadaran negara-negara Asia timur dan Asia tenggara melahirkan KTT ASEAN plus three hingga sekarang di kenal sebagai Komunitas Asia Timur.
Referensi
- ^ Putri, Yunita Rahma (2007). "Pembentukan komunitas Asia Timur: prospek dan tantangan". FISIP UAI.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.