Ipdambae


Ipdambae, atau secara harfiah artinya adalah daun tembakau, sebenarnya adalah istilah bernada eufimisme untuk menyebut ganja dengan kandungan THC rendah atau campuran dedaunan herbal yang meniru ganja di Korea Utara. Di Korea Utara, penanaman ganja sangat intensif, bahkan dianggap setara kedudukannya dengan penanaman padi, dengan tujuan utama menghasilkan tekstil untuk bahan pakaian. Karena tersedia secara melimpah, maka penduduk Korea Utara menganggap mengisap ipdambae adalah hal yang biasa, setara dengan aktivitas merokok.[1]

Di mata hukum yang berlaku di Korea Utara, mengisap ganja (dalam konteks ini ganja yang digunakan sebenarnya ganja untuk tekstil, yang memiliki kanndungan THC sangat rendah), sebenarnya ilegal karena dianggap narkotika, tetapi pada praktiknya, pelarangannya jarang dipaksakan. Sementara untuk kepentingan medis dan produksi tekstil dianggap legal. Karena kesalahpahaman jenis ganja yang popular di Korea Utara, sering kali negara ini dipersalahkan atas banyak beredarnya ganja di seluruh dunia. Padahal ganja yang diproduksi Korea Utara sangat berbeda dengan ganja konsumsi yang mengandung THC tinggi yang banyak disalahgunakan dan dilarang di berbagai negara di seluruh dunia.[2]

Keberadaan ipdambae membuat Korea Utara dianggap sebagai negara surga pengisap ganja, tetapi kabar ini kemudian dibantah, karena ganja, bersama narkoba lainnya seperti opium dan methamphetamine secara hukum tertulis dianggap ilegal.[3]

Sejarah

Ganja adalah tumbuhan penting di daerah Korea kuno, dengan bukti tekstil hasil olahan dari daunnya sudah ditemukan sejak abad 3.000 SM.[4] Baju tradisional Korea Utara, sambe, dibuat dari serat ganja.

Masa modern

Pada tahun 2010, radio LSM Amrika, Open Radio, yang beroperasi untuk Korea Utara menyatakan bahwa informan mereka menyatakan pelarangan terhadap narkoba telah diumumkan di Hamkyungbuk-do; hanya saja pelarangan ini hanya berfokus kepada however, the methamphetamine, sementara opium dan ganja masih dianggap "obat biasa".[5]

Tahun 2013, dengan menyatakan sumber informasinya adalah NK News dan Reddit, media dokumenter digital, Vice News, melaporkan bahwa penggunaan ganja sebenarnya sangat meluas dan ditoleransi di Korea Utara, karena oleh kalangan bawah dianggap sebagai alternatif murah meriah dari tembakau dan rokok, sebagai sarana relaksasi setelah bekerja keras seharian.[6]

Berdasarkan keterangan dari Lexi De Coning dari MassRoots, sebenarnya sangat jamak ditemukan penduduk Korea Utara yang menanam ganjanya sendiri atau memanen ganja liar yang tumbuh di seluruh wilayah Korea Utara.[7]

Namun rumor-rumor ini dibantah kemudian oleh jurnalis Keegan Hamilton pada tahun 2014 di sebuah artikel di media The Guardian, yang menyatakan bahwa ipdambae adalah campuran beberapa tanaman rempah dan tembakau, yang diharapkan bisa meniru aroma dan rasa ganja, sekalipun sebenarnya berbeda jauh. Ganja mungkin memang diproduksi untuk keperluan peroduksi tekstil, tetapi jenis yang digunakan sangat rendah kandungan THCnya. Sekalipun beberapa individu memang ada yang menanam ganja dengan THC tinggi untuk kepentingan rekreasional, tetapi secara hukum hal ini dilarang, sekalipun jarang yang dihukum secara keras.[8] A Swedish ambassador to North Korea said in 2017 that "there should be no doubt that drugs, including marijuana, are illegal here. One can't buy it legally and it would be a criminal offense to smoke it; expect no leniency whatsoever."[2]

Referensi

  1. ^ Tudor, Daniel dan Pearson, James. North Korea Confidential. Halaman 106. Tuttle Publishing. 2015: Singapore
  2. ^ a b Talmadge, Eric (2017-01-11). "North Korea is a bad trip if you're looking to get high". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-11. Diakses tanggal 8 January 2021.
  3. ^ Myth Busting: Is North Korea a pothead’s paradise? dari situs softsecrets.com
  4. ^ Chris Duvall (15 November 2014). Cannabis. Reaktion Books. hlm. 30–. ISBN 978-1-78023-386-4.
  5. ^ "Drug Users Face Firing Squad". Open Radio for North Korea. 27 October 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 7 March 2016. Diakses tanggal 21 November 2016.
  6. ^ "North Korea Smokes Weed Every Day, Explaining a Lot - VICE - United States". 16 January 2013.
  7. ^ "Global Marijuana Policies: 4 Countries with Unexpected Regulations - MassRoots". 15 February 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 6 May 2021. Diakses tanggal 8 May 2018.
  8. ^ Shearlaw, Maeve; experts, North Korea (13 May 2014). "Mythbusters: uncovering the truth about North Korea". The Guardian.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.