Humanum Genus

Humanum genus
Surat ensiklik dari Paus Leo XIII
Tanggal20 April 1884
SubjekTentang Freemasonry
Nomor ensiklik14 of 85 dalam kepausan
Naskah
←Nobilissima Gallorum gens
Superiore anno→
HG 31: "Sebagaimana telah berulang kali diulangi oleh para pendahulu Kita, janganlah seorang pun berpikir bahwa ia dapat bergabung dengan sekte Masonik dengan alasan apa pun, jika ia menghargai nama Katoliknya dan keselamatan kekalnya sebagaimana seharusnya."
HG 31: "Sebagaimana telah berulang kali diulangi oleh para pendahulu Kita, janganlah seorang pun berpikir bahwa ia dapat bergabung dengan sekte Masonik dengan alasan apa pun, jika ia menghargai nama Katoliknya dan keselamatan kekalnya sebagaimana seharusnya."

Humanum genus adalah sebuah ensiklik kepausan yang dikeluarkan pada tanggal 20 April 1884 oleh Paus Leo XIII.

Dirilis pada masa kebangkitan zaman industri, Marxisme, dan akibat dari Penaklukan Roma pada tanggal 20 September 1870 oleh pasukan militer Kerajaan Italia dari Negara Kepausan, Humanum genus pada dasarnya merupakan kecaman terhadap Freemasonry. Disebutkan bahwa akhir abad ke-19 merupakan era yang berbahaya bagi Gereja Katolik Roma, sebagian besar disebabkan oleh banyaknya konsep dan praktik yang dikaitkan dengan Freemasonry, yaitu naturalisme, kedaulatan rakyat, dan pemisahan gereja dan negara.

Beberapa batasan yang ditemukan dalam Humanum genus masih berlaku hingga saat ini.[butuh rujukan]

Dua Kota

Ensiklik ini mulai dengan menggunakan konsep Santo Augustinus dari Hippo mengenai dua kota, yaitu Kota Manusia dan Kota Tuhan. Jadi, umat manusia "dibagi ke dalam dua tempat yang berbeda dan berlawanan, di mana yang satu berjuang mati-matian demi kebenaran dan kebajikan, sementara yang lain melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebajikan dan kebenaran. Yang satu adalah Kerajaan Allah di bumi, yaitu Gereja Yesus Kristus yang benar. Yang lain adalah Kerajaan Setan yang "dipimpin atau dibantu" oleh pihak Freemasonry.

Doktrin fundamental dari Freemasonry digambarkan sebagai paham naturalisme yang mengarah kepada paham Deisme dan Agnostisisme. Hal ini dipandang sebagai sesuatu yang membawa mereka ke sebuah perang fundamental dengan Kristen Katolik Roma karena, atas dasar kepercayaan-kepercayaan yang harusnya mereka pegang, pengikut Freemasonry dituduh mendukung sebuah pemisahan gereja dan negara secara radikal, dengan usaha untuk menerapkan hambatan-hambatan hukum bagi pihak gereja.

Latar belakang

Penolakan-penolakan resmi para Sri Paus sebelumnya atas Freemasonry adalah:

Penolakan Paus Leo XIII terhadap Freemasonry harus dilihat dalam konteks pengamatannya terhadap sosialisme (Quod Apostolici Muneris), pembelaannya atas pernikahan Kristen (Arcanum) dan atas peran pemerintah (Diuturnum). Karena adanya sifat kerahasiaan dalam Freemasonry, kerahasiaan ini dipercaya oleh Gereja Katolik Roma memiliki rahasia yang sangat besar akan pekerjaan para anggotanya - yang dipandang oleh Sri Paus sebagai suatu perbudakan. Sehingga berdasarkan definisi ini, walaupun tiap pribadi pengikut Freemasonry mungkin adalah orang-orang yang baik, mereka dituntun untuk melakukan hal-hal yang jahat.

Referensi

Lihat pula

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.