Dugkol
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |

Dugkol adalah salah satu kesenian khas Jawa Barat yang menggunakan alat bedug dan kohkol (kentongan). Kesenian ini awalnya hidup di lingkungan pesantren, karena dua alat tersebut digunakan sebagai penanda waktu sholat. Biasanya ditabuh sebelum mengumandangkan adzan. Setelah terus dilakukan dalam kebiasaan itu, dugkol juga sering ditabuh saat malam takbiran. Sehingga masyarakat jadi terbiasa mendengar alunan nadanya. Seiring waktu, kesenian ini sering ditampilkan pada acara agustusan, hajatan dan acara-acara besar keagamaan lainnya.[1]
Referensi
- ^ "Dugkol » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2020-07-27.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.