CBP One

CBP One
Nama lainCBP Home (sejak Maret 2025)
PengembangU.S. Customs and Border Protection
Rilis awal28 Oktober 2020
Templat:Kotak info perangkat lunak/simple
Sistem operasiAndroid, iOS
PlatformGoogle Play, App Store
Tersedia dalamInggris, Spanyol, Rusia, Portugis, Kreol Haiti
JenisAplikasi seluler pemerintah

CBP One, yang dikenal sebagai CBP Home sejak Maret 2025, adalah sebuah aplikasi seluler yang dikembangkan oleh U.S. Customs and Border Protection (CBP).[1][2]

Awalnya diluncurkan pada Oktober 2020 untuk membantu perusahaan truk komersial menjadwalkan pemeriksaan kargo, fungsionalitasnya diperluas pada tahun 2023 untuk mencakup migran yang mengajukan klaim suaka. Aplikasi ini menghadapi kritik dari Partai Republik yang berpendapat bahwa aplikasi tersebut memfasilitasi imigrasi ilegal, yang memungkinkan individu untuk memasuki AS sebelum klaim kasus suaka mereka diperiksa sepenuhnya. Para kritikus khawatir hal ini dapat menyebabkan lebih banyak insiden "tangkap dan lepas" (catch and release), di mana individu diizinkan tinggal di AS sambil menunggu persidangan meskipun pada akhirnya mereka akan diputuskan tidak memenuhi syarat untuk masuk.

Pemerintahan Trump menutup aplikasi ini pada 20 Januari 2025,[3] dan kemudian meluncurkannya kembali pada Maret 2025 dengan tujuan baru untuk membantu imigran ilegal dalam melakukan deportasi mandiri (self-deportation), serta mengubah namanya menjadi "CBP Home".[4][5]

Pengumuman peluncuran aplikasi CBP Home oleh Donald Trump

Sejarah

CBP One diluncurkan pada 28 Oktober 2020, terutama untuk membantu perusahaan truk komersial menjadwalkan pemeriksaan kargo.[6][7]

Pada Januari 2023, fungsionalitas CBP One diperluas untuk mencakup migran yang mengajukan klaim suaka.[7]

Pada Mei 2023, CBP One ditetapkan oleh pemerintahan Biden sebagai satu-satunya jalur untuk meminta suaka di Perbatasan Meksiko–Amerika Serikat dan memesan janji temu suaka.[8][9][10] Hampir satu juta orang mengatur janji temu pemeriksaan menggunakan aplikasi ini—sekitar 1.450 setiap harinya—sejak Januari 2023.[11]

Pada 20 Januari 2025, tak lama setelah dilantik, pemerintahan Trump mengakhiri penggunaan aplikasi ini. Selain aplikasi yang tidak lagi digunakan, semua janji temu yang ada melalui aplikasi tersebut dibatalkan.[12] Janji temu yang telah dikonfirmasi pada pukul 05.00 pagi di Hari Pelantikan tetap dijalankan sesuai jadwal, namun pada pukul 13.00, aplikasi memberi tahu pencari suaka bahwa janji temu mereka telah dibatalkan.[11] Beberapa dari mereka yang janji temunya dibatalkan merupakan bagian dari program transportasi Meksiko untuk orang-orang dengan janji temu CBP yang telah dikonfirmasi.[11]

Aplikasi ini diluncurkan kembali pada Maret 2025 sebagai CBP Home untuk membantu imigran ilegal dalam melakukan deportasi mandiri dari Amerika Serikat. Menurut Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem, imigran ilegal yang menggunakan aplikasi ini dan meninggalkan negara itu secara sukarela mungkin memiliki kesempatan untuk kembali secara legal di masa depan, sementara mereka yang dikenakan tindakan deportasi paksa tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan izin tinggal legal.[5]

Fitur

CBP One memfasilitasi akses ke berbagai layanan CBP.[1] Aplikasi ini menjadi platform wajib bagi migran di Perbatasan Meksiko–Amerika Serikat untuk menjadwalkan janji temu pemrosesan suaka di pintu masuk (port of entry).[9] Sebuah gugatan perwakilan kelompok terhadap pemerintah AS diajukan oleh organisasi kemanusiaan dan mereka yang terdampak oleh aplikasi tersebut. Mereka berpendapat bahwa keharusan memiliki akses internet dan ponsel pintar, serta pilihan bahasa yang terbatas, mempersulit pengajuan suaka. Dalam sebuah laporan tahun 2024,[13] Amnesty International menggambarkan proses seleksi aplikasi tersebut sebagai "lotre", dengan beberapa orang menunggu selama lebih dari satu tahun.[8]

Selain itu, aplikasi ini diwajibkan bagi warga Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela untuk menyerahkan data biometrik yang diperlukan untuk otorisasi perjalanan dan pembebasan bersyarat (parole) di bawah program nasional tertentu.[7] Pengumpulan informasi pribadi ini dikritik oleh Amnesty International, yang menambahkan bahwa sistem pengenalan wajahnya tidak dapat diandalkan untuk beberapa demografi dan berpotensi menimbulkan diskriminasi.[8]

CBP One mengharuskan migran berada di wilayah Meksiko Tengah dan Meksiko Utara agar aplikasi berfungsi.[1][14] Aplikasi memverifikasi lokasi pengguna dan memblokir upaya untuk membuat janji temu dari luar wilayah yang diizinkan.[14]

CBP One tersedia di Android dan iOS dalam lima bahasa: Inggris, Spanyol, Rusia, Portugis, dan Kreol Haiti.[9]

CBP Home dapat digunakan untuk memberi tahu DHS mengenai deportasi mandiri, mengajukan formulir I-94, meminta pemeriksaan bagasi dan kargo, menyerahkan manifes perjalanan, serta memeriksa waktu tunggu penyeberangan perbatasan.[5]

Referensi

  1. ^ a b c "The new US border wall is an app". MIT Technology Review. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-08-29. Diakses tanggal 2024-09-16.
  2. ^ "Once a ticket scalpers' tool, auto clickers now help migrants enter the U.S." Rest of World. February 23, 2023.
  3. ^ Aleaziz, Hamed (20 January 2025). "The Trump administration moved quickly to shut down a government app that allows migrants to schedule appointments to enter at a port of entry". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 January 2025. Diakses tanggal January 20, 2025.
  4. ^ Trevor Hughes (March 11, 2025). "Trump repurposes the CBP One app to allow migrants to self-deport from US". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-13. Diakses tanggal 2025-03-14.
  5. ^ a b c Trevor Hughes (12 March 2025). "CBP Home: Trump administration repurposes immigration app to aid deportations". Deseret News.
  6. ^ Miroff, Nick (February 20, 2023). "How Biden officials aim to use a mobile app to cut illegal U.S. entries". Washington Post.
  7. ^ a b c "CBP One: An Overview". American Immigration Council. December 9, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 15, 2025. Diakses tanggal September 16, 2024.
  8. ^ a b c Fàbregas, Alicia (July 14, 2024). "The dangers of CBP One, the app to request asylum at the US-Mexico border: Extortion, kidnappings and months-long waits". EL PAÍS English.
  9. ^ a b c "Seeking asylum at the U.S.-Mexico border? You'd better speak English or Spanish". Rest of World. June 1, 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 7, 2025. Diakses tanggal September 16, 2024.
  10. ^ "Asylum-seekers say joy over end of Title 42 turns to anguish induced by new US rules". AP News. May 28, 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 21, 2025. Diakses tanggal September 16, 2024.
  11. ^ a b c Mendoza, Alexandra (January 20, 2025). "Migrants waiting in Tijuana feel immediate sting of Trump's border crackdown". San Diego Union Tribune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 16, 2025. Diakses tanggal January 21, 2025.
  12. ^ "Trump ends CBP One, a Biden-era border app that gave legal entry to nearly 1 million migrants". AP News (dalam bahasa Inggris). 2025-01-20. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-09-03. Diakses tanggal 2025-01-20.
  13. ^ "USA: CBP One: A blessing or a trap?". Amnesty International (dalam bahasa Inggris). May 8, 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-08-15. Diakses tanggal 2024-09-16.
  14. ^ a b "U.S. Border Patrol's glitchy, mandatory app is a nightmare for migrants". Rest of World. March 9, 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 23, 2025. Diakses tanggal September 16, 2024.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.