Berinai


Berinai adalah upacara memberi tanda berupa Inai pada pengantin yang lazim dalam adat perkawinan suku Melayu. Berinai biasanya diadakan tiga malam berturut-turut dan terbagi dalam tiga upacara yaitu berinai kecil, berinai colek , dan berinai besar.[1] Berinai pengantin merupakan adat istiadat yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lingga. Berinai pengantin merupakan warisan kebudayaan Melayu Lingga yang telah ada sejak zaman kerajaan Lingga - Riau dan menjadi bagian dari adat istiadat raja-raja Melayu. Inai digunakan untuk memerahkan kuku , ujung jari dan telapak tangan. Ujung jari dan telapak kaki kedua mempelai pengantin juga diberi Inai.[2]

Tujuan dilakukannya prosesi berinai dalam adat nikah Melayu adalah untuk menolak bala, melindungi calon pengantin dari kejahatan, baik itu makhluk halus maupun kejahatan yang nyata, serta menaikkan kewibawaan pengantin. Prosesi berinai akan melibatkan Mak Andam, yaitu seseorang yang dipercaya sebagai perias sekaligus pengasuh pengantin. Keberadaannya cukup penting dalam upacara adat nikah Melayu, karena masyarakat Melayu percaya bahwa pesta pernikahan tak akan sukses tanpa kehadiran Mak Andam. Mak Andam inilah yang nantinya akan memetik daun inai dengan menggunakan kain gendong dan payung berwarna merah. Sebelum dipetik, daun inai akan dibacakan mantra oleh Mak Andam. Setelah dipetik, daun inai atau pacar digiling hingga lumat. Jika sudah selesai digiling, inai yang telah lumat dioleskan ke kuku-kuku jari tangan dan kaki, telapak tangan, kaki, serta tumit.[3]

Referensi

  1. ^ redaksi (2022-12-15). "Berinai: Fungsi dan Tatacara Pelaksanaan". Budaya Melayu Riau. Diakses tanggal 2023-10-02.
  2. ^ DJKI. "BERINAI PENGANTIN | KI Komunal | DJKI". covid19.go.id. Diakses tanggal 2023-10-02.
  3. ^ weddingmarket (2023-02-04). "Prosesi Berinai, Adat Nikah Melayu Unik yang Tak Boleh Dilewatkan • Wedding Market Artikel". Wedding Market Artikel. Diakses tanggal 2023-10-02.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.