Bepadaw
Tradisi Bepadaw, atau disebut juga Padaw Tuju Dulung, adalah ritual suku Tidung Pesisir di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil dari laut. Ritual ini melibatkan pelarungan perahu kecil bernama "padaw tuju dulung" yang berisi sesaji ke laut, sekaligus sebagai tolak bala. Ritual ini menjadi bagian dari Festival Iraw Tengkayu yang diadakan setiap tahun.[1]
Pelaksanaan Bepadaw
Padaw Tuju Dulung merupakan perahu khas suku Tidung Pesisir. Di atas perahu terdapat bagian yang menyerupai rumah yang disebut juga dengan meligay digunakan untuk meletakkan sesaji yang akan disuguhkan. Prosesi Padaw Tuju Dulung adalah budaya Suku Tidung Pesisir atau Ulun Pagun, penduduk asli Tarakan. Ini merupakan kebiasaan tahunan menghaturkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas hasil yang di peroleh dari laut. Padaw Tuju Dulung berasal dari kata bahasa Tidung yang berarti perahu tujuh haluan. Prosesi Pelarungan Padaw Tuju Dulung memiliki makna rasa mensyukuri sekaligus melanjutkan warisan budaya leluhur masyarakat Tidung khususnya di Tarakan.[2][3]
Filosofi Bepadaw
Perahu Padaw Tuju Dulung. Secara harfiah, "Padaw Tuju Dulung" berarti perahu dengan tujuh haluan. Jumlah tujuh ini, menurutnya, melambangkan tujuh hari dalam satu minggu, siklus waktu yang terus berjalan dan dilalui oleh masyarakat, khususnya para nelayan Suku Tidung, dalam mencari rezeki di laut. Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara kehidupan, mata pencaharian, dan waktu. Simbolisme perahu ini tak berhenti pada jumlah haluan. Perahu ini didominasi tiga warna utama: kuning, hijau, dan merah. Kuning adalah warna yang paling dimuliakan, mewakili kehormatan; hijau mengandung makna keyakinan atau kepercayaan; sementara merah melambangkan ketegasan. Padaw Tuju Dulung juga dilengkapi lima tiang yang tegak, melambangkan salat lima waktu dalam agama Islam, dan di bagian tengahnya terdapat meligay (rumah) yang memiliki empat pintu, mengartikan empat mazhab dalam Islam.[4]
Pelestarian Bepadaw
Kemendikbud menetapkan Bepadaw sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2015. Pemahaman dan penghargaan terhadap seni tradisional, tarian, musik, dan bahasa dapat diperkaya melalui pelibatan langsung dalam kegiatan-kegiatan budaya khususnya kepada generasi muda di tengah tantangan modernisasi, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup bertujuan untuk pelestarian tradisi tersebut untuk memastikan bahwa nilai-nilai dan praktik-praktik budaya tidak hilang begitu saja.[5]
Referensi
- ^ antaranews.com. "Mengenal makna tradisi Padaw Tuju Dulung suku Tidung Tarakan". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-20.
- ^ "Mengenal Pelarungan Padaw Tuju Dulung, Ritual Syukur Asli Suku Tidung - MEDIA KALTIMTARA". 2023-10-09. Diakses tanggal 2025-11-20.
- ^ "Tradisi Padaw Tuju Dulung Digelar di Bunyu". Fokus Borneo. 2023-12-18. Diakses tanggal 2025-11-20.
- ^ Bhakti Hanggraini, Diti (12-10-2025). "Budaya Tidung dan Filosofi Mendalam Perahu Padaw Tuju Dulung". rri.co.id. Diakses tanggal 20-11-2025.
- ^ Permatasari, Rizky. "Mengenal 3 Tradisi Kaltara, Warisan Budaya Tak Benda Nasional". Bakabar.com. Diakses tanggal 2025-11-20.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.