Bawani

Bawani
Dewi kekuatan, keadilan, keibuan, dan emosi
Arca Dewi Bawani sedang menganugerahkan pedang Chandrahasa kepada Shivaji dari Maratha.[1]
Nama lain
  • Bawya
  • Tulaja
  • Turaja
  • Twarita
  • Amba
  • Jagadamba
  • Ambe
AfiliasiDewi, Sakti, Kuladewata
KediamanDevīlōka
Atributsangka, bunga seroja
Senjatapanah, pedang, gada, cakram, trisula
Wahanamacan atau singa
Dewa/dewi terkaitAdiparasakti, Mahadewi, Durga
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranSakta
DaerahIndia Utara
Keluarga
PasanganSiwa[2]

Bawani (Dewanagari: भवानी; ,IASTBhavānī, भवानी) merupakan salah satu manifestasi atau julukan dari Dewi Durga dalam agama Hindu.[3] Kata Bawani berasal dari bahasa Sanskerta Bhavānī yang artinya "pemberi kehidupan", bermakna sebagai kekuatan alam atau sumber dari energi penciptaan. Dia disembah sebagai sosok ibu pengasuh yang siap sedia bagi para pemujanya sekaligus berperan sebagai penegak keadilan dengan membinasakan para asura yang jahat.[4][5]

Bawani sering dipuja sebagai dewi tersendiri yang tidak berkaitan dengan Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa.[6] Bawani juga disembah sebagai dewi keluarga (kuladewi) oleh beberapa klan Hindu, terutama Rajput, Maratha, Brahmana Deshastha dari Maharashtra, serta kasta Agri dari Konkan.[7][8][9] Menurut legenda setempat, Shivaji (pendiri Kekaisaran Maratha) dianugerahkan pedang Chandrahasa oleh Bawani untuk menumpas kejahatan.[10]

Referensi

  1. ^ "Tuljapur: Abode of the Goddess". Outlook Traveller (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-11-07.
  2. ^ "Significance of Bhavani". Wisdom Library.
  3. ^ Singh, Ravinder (2021), Chauhan, Abha (ed.), "Understanding the Concept of Shakti: Mata Vaishno Devi Shrine in Jammu", Understanding Culture and Society in India: A Study of Sufis, Saints and Deities in Jammu Region (dalam bahasa Inggris), Singapore: Springer, hlm. 149–175, doi:10.1007/978-981-16-1598-6_8, ISBN 978-981-16-1598-6, diakses tanggal 2023-01-20
  4. ^ Patricia Monaghan, PhD (1 April 2014). Encyclopedia of Goddesses and Heroines. New World Library. hlm. 91–. ISBN 978-1-60868-218-8.
  5. ^ Christopher Pinney (2004). 'Photos of the Gods': The Printed Image and Political Struggle in India. Reaktion Books. hlm. 55–. ISBN 978-1-86189-184-6.
  6. ^ Monaghan, Patricia (2014). Encyclopedia of Goddesses and Heroines. New World Library. hlm. 91. ISBN 9781608682188.
  7. ^ John F. Richards (1995). The Mughal Empire. Cambridge University Press. hlm. 208–. ISBN 978-0-521-56603-2.
  8. ^ Eaton, The Sufis of Bijapur 2015, hlm. 183–184.
  9. ^ Roy, Kaushik (2012). Hinduism and the Ethics of Warfare in South Asia: From Antiquity to the Present (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 202. ISBN 978-1-139-57684-0.
  10. ^ "Tuljapur: Abode of the Goddess". Outlook Traveller (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-11-07.

Daftar pustaka

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.