Bandrek

Bandrek
Bandrek di Bandung dengan taburan kelapa
SajianMinuman
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa Barat
Suhu penyajianPanas
Bahan utamajahe, gula merah, kayu manis, rempah-rempah (terkadang ditambahkan susu kental manis)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Bandrek (bahasa Sunda: ᮘᮔ᮪ᮓᮢᮦᮊ᮪, translit. Bandrék) adalah minuman tradisional khas Sunda yang dikonsumsi untuk meningkatkan kehangatan tubuh.

Bahan

Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah, tetapi pada daerah tertentu biasanya menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya. Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian.

Cara penyajian

Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Banyak orang Indonesia percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, dan lain sebagainya. Di Bandung, biasanya penjual menambahkan sejumput kerukan kelapa untuk menambah cita rasa dari Bandrek tersebut. Bandrek biasa dikonsumsi bersama kacang rebus, ubi jalar rebus, dan juga gorengan.

Sejarah

Bandrek telah dikenal sejak sebelum abad ke-10, tepatnya dalam kumpulan resep kabuyutan Kerajaan Galuh yang berdiri sejak tahun 612 oleh Raja Sang Wretikandayun, dalam Naskah Nagara Kreta Bhumi, sama halnya dengan minuman Bajigur yang ada pada Babad Kawung Kawali Galuh. Selain itu, terdapat pula referensi dalam Babad Carbon II sebagai bagian dari jenis minuman dalam upacara tradisi pada masyarakat di Keraton Kesultanan Cirebon yang berdiri sejak tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana/Walangsangsang.[1] Bandrek saat itu begitu dikenal di Tanah Sunda yang menggunakan bahan dasar rempah yakni jahe.[2][3]

Seiring dengan perkembangan zaman, bandrek banyak dijual dalam bentuk instan, tujuannya agar bisa dinikmati di manapun dan kapanpun, tetapi rasanya sedikit berbeda dengan bandrek yang asli. Di Bandung dan sekitarnya, masih banyak pedagang yang menjual bandrek asli, biasanya dijajakan bersama bajigur.

Galeri

Pranala luar

Referensi

  1. ^ "Bandrek Versus Ronde Jahe - Universitas Pendidikan Indonesia | Kabar UPI". Diakses tanggal 2026-06-06.
  2. ^ Bagaskara, Bima. "Bandrek, Sejarah hingga Resep Minuman Jahe Khas Sunda". detikjabar. Diakses tanggal 2026-06-06.
  3. ^ Media, Kompas Cyber (2014-02-07). "Torehan Sejarah dalam Segelas Bandrek". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-06.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.