Agiz Acar

Selama era Uni Soviet, praktik keagamaan, termasuk ibadah Islam, mengalami berbagai pembatasan yang ketat. Pemerintah Soviet menerapkan kebijakan ateisme negara yang menghambat kebebasan beragama, sehingga umat Muslim di wilayah tersebut tidak dapat menjalankan ibadah dengan leluasa, termasuk puasa Ramadhan. Masjid-masjid ditutup, ulama ditindas, dan ajaran Islam dilarang dalam kehidupan publik.[1]

Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, kebebasan beragama kembali diperoleh, dan umat Muslim kini dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih terbuka.[2] Di berbagai negara pecahan Uni Soviet, tradisi Ramadhan kembali dihidupkan, termasuk kebiasaan berbuka puasa bersama keluarga dan komunitas.[3]

Agiz Acar di Uzbekistan

Di Uzbekistan, umat Muslim memiliki tradisi khusus yang dikenal sebagai Agiz Acar, yaitu acara berkumpulnya keluarga untuk berbuka puasa bersama. Tradisi ini dipimpin oleh kepala keluarga yang terlebih dahulu memimpin doa sebelum azan magrib berkumandang. Acara ini tidak hanya menjadi momen spiritual tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan.[4]

Makanan khas berbuka puasa yang wajib disajikan adalah nisalda, hidangan berbasis roti yang menjadi bagian dari budaya kuliner Uzbekistan selama bulan suci.[5] Selain itu, berbagai hidangan tradisional seperti plov (nasi berbumbu) dan shurpa (sup daging) juga sering disajikan dalam jamuan berbuka puasa.[4]

Referensi

  1. ^ Maulidiyah, Juniafi (2020-05-19). "Puasa di Luar Negeri: Cerita dari Negeri Stalin (3) - Laman 2 dari 2". WartaBromo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-06.
  2. ^ MUHAMADI, NIM 11120093 (2016-01-26). "UMAT ISLAM DI RUSIA PASCA RUNTUHNYA UNI SOVIET TAHUN 1991 – 2012". UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  3. ^ "The break-up of the USSR and the resurgence of national identities - Historical events in the European integration process (1945–2009) - CVCE Website". www.cvce.eu. Diakses tanggal 2025-03-06.
  4. ^ a b admin (2024-04-01). "Muslim Asia Tengah Menjaga Tradisi Ramadhan Agar Tetap Hidup". BMH (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-06.
  5. ^ "Nisalda, Makanan Wajib Pada Bulan Ramadan di Uzbekistan". MEDIAACEH.CO. 2017-06-11. Diakses tanggal 2025-03-06.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.